Pemilik Senpira dan Sajam Diciduk

Ilustrasi

MENGGALA—Akibat membawa senjata api rakitan (Senpira) dan senjata tajam (Sajam), SU (36) dan SA, terpaksa diamankan jajaran Polsek Rawajitu Selatan Tulangbawang (Tuba).

Keduanya ditangkap saat melintas di Jalan Poros Kampung Wonoagung, Kecamatan Rawajitu Selatan, Tuba, Selasa (5/12).

“Keduanya terbukti membawa senpira dan sajam. Kedua pelaku yaitu SU, warga Kampung Gedungjaya, Kecamatan Rawapitu, bersama rekannya SA, warga Kampung Karyajitu Mukti, Kecamatan Rawajitu Selatan pada Selasa (5/12) sore sekita pukul 14.30 Wib,” kata Kapolsek Rawajitu Selatan AKP Agus Priono, Rabu (6/12).

Agus mengatakan SU ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/245/XII/Polda Lpg/Res Tuba/Sek Jitu tanggal 5 Desember 2017, tentang kepemilikan senjata api rakitan tanpa hak. Dan, tersangka SA ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/246/XII/Polda Lpg/Res Tuba/Sek Jitu tanggal 5 Desember 2017, tentang membawa sajam yang bukan profesinya.

“Ditangkapnya kedua pelaku pemilik senpira dan sajam, berawal dari hunting rutin yang dilakukan anggota Polsek tepatnya di Jalan Poros Kampung Wonoagung, Kecamatan Rawajitu Selatan. Di situ kami melihat dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor dengan gelagat yang mencurigakan. Ketika hendak diberhentikan sepeda motor tersebut langsung tancap gas,” ujarnya.

Melihat hal itu, anggota langsung melakukan pengejaran. Setelah berhasil diberhentikan dua pengendara sepeda motor tersebut langsung digeledah dan di badan tersangka SU ditemukan 1 pucuk senjata api rakitan jenis revolver sedangkan di badan tersangka SA ditemukan sebilah sajam. “Kemudian, para pelaku dan barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek,” kata dia.

Agus Priono juga menjelaskan dari tangan para tersangka disita barang bukti sepucuk senjata api rakitan jenis revolver, sebutir amunisi, sebutir selongsong, dan sebilah sajam dengan sarung warna coklat. Saat ini, para tersangka sudah ditahan di Mapolsek Rawajitu Selatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada tersangka SU als RA akan dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api Rakitan tanpa hak dan akan dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.

“Atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun dan untuk pelaku SA als GO akan dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang membawa sajam yang bukan profesinya dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun,” kata dia. (*/LP)

1,211 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment