Pemilik SPBU Penuhi Panggilan Komisi II DPRD Tulangbawang

MENGGALA – Tiga Pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Terminal, Bawang Latak dan Kibang Menggala memenuhi panggilan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Tulangbawang untuk klarifikasi dugaan penjualan BBM jenis premium dengan system pengecoran.

Tidak jelas apa yang dibahas Anggota DPRD dengan para pengusaha SPBU selama tiga jam, namun tiba-tiba ketua komisi II Edison Tamrin mempersilahkan media masuk ruang komisi II menjelaskan dengan seluruh awak media jika dalam rapat terbatas tersebut telah didapatkan solusi yang terbaik bagi masyarakat.

Baca Juga:  Langgar UMK Bandarlampung Bos SPBU Disidang

Menurut Ketua Komisi II Esison Tamrin mengatakan, jika ketiga pihak SPBU telah menjelaskan keterbatasan untuk melayani seluruh masyarakat dalam pembelian BBM jenis premium.

Sebab lanjut Edison, masing-masing SPBU mendapat jatah terbatas dalam pengiriman premium oleh pihak Pertamina sehingga terkadang tidak bisa melayani semua kendaraan.

“Jadi tadi telah disepakati beberapa poin salah satunya  jika kedepan SPBU tidak boleh menjual premium kepada masyarakat dengan mengunakan jerijen maupun botol,siapapun untuk kepentingan apapun tidak bisa membeli premium pakai botol, silahkan membeli dengan kenderaan baik motor maupun mobil, tetapi tanki standar dealer bukan modifikasi itupun terbatas, ” urai Edison usai rapat terbatas, Selasa (04/09).

Baca Juga:  Hanya 6 SPBU di Bandar Lampung yang Menyediakan BBM Premium

Sepertinya Komisi II telah mengabaikan kepentingan para Nelayan di seputaran padang Pemokow Kibang menggala, karena walaupun ditentang oleh masyarakat kesepakatan tetap ditanda tangani, padahal dampaknya para nelayan harus keluarkan uang lebih karena harus membeli di kios yang beda harga.

Ah, (40) warga Kibang mengatakan keputusan komisi II terkesan membela pengusaha ketimbang masyarakat kecil sebab dengan dikeluarkanya kesepakatan tersebut akan menyulitkan masyarakat nelayan mendapatkan premium.

Baca Juga:  Langgar UMK Bandarlampung Bos SPBU Disidang

“Setiap hari saya harus ke sungai mencari ikan dengan mengunakan perahu bermesin,jadi setiap hari saya butuh bahan bakar premium 3-5 liter, dengan keputusan yang diambil oleh DPRD artinya kami yang mengalami kerugian,ini bukanya nambah baik malahan kami masyarakat kecil yang kena, percuma saja dilaporkan kalian yang enak kami yang sengsara, “keluhnya. (Fs-Mr)

spbu

Posting Terkait