Pemkab Lamsel Telusuri Penyebab Naiknya Telur

Sambut Natal dan Tahun Baru, Harga Telur di Pasar Tradisional Tubaba Merangkak Naik

Ilustrasi.

KALIANDA—Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan masih menelusuri penyebab pasti kenaikan harga telur yang terjadi merata di wilayah Lamsel. Tim khusus akan diturunkan untuk mengecek ke lapangan mulai dari sisi peternak hingga pedagang di pasar.

“Nanti kita akan cek kelapangan lebih dulu untuk mencari penyebabnya,” kata Kepala Dinas Pedagangan dan Perindustrian (Disperindag) Lamsel, Qorinilwan, Kamis (19/7).

Menurut dia, pihaknya juga membuka kemungkinan untuk melakukan operasi pasar guna meneka harga telur ayam yang terus merangkak naik.

“Jika dalam 10 hari harga telur ayam ras tidak turun, maka akan digelar operasi pasar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk harga devely order (DO) dari peternak turun Rp500 – Rp1000 per kg. Sehingga harga DO peternak sudah turun menjadi Rp23.000 per kg. Namun, turunnya harga ditingkat peternak belum diikuti harga ditingkat pedagang eceran di sejumlah pasar.

“Ini dikarenakan para pedagang masih menghabiskan stok barang yang ada,” kata dia.

Hasil monitor jajaran Disperindag Lampung Selatan menunjukkan, harga telur ayam ras di pasar Natar mencapai Rp26 ribu per kg, Sidomulyo Rp27 ribu per kg, Bakauheni Rp28 ribu per kg, Jatiagung Rp28 ribu per kg dan Kalianda Rp27 ribu per kg.(*)

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan