Pemkab Pesawaran Doyan ‘Buang’ Anggaran

Pesawaran (FS)-Sejumlah aset Pemerintah Kabupaten Pesawaran diketahui tidak layak pakai dan cenderung mubazir, alih-alih mampu digunakan untuk kepentingan masyarakat dan menunjang kinerja , justru Pemkab Pesawaran cenderung abai dengan adanya sejumlah bangunan dan infrastruktur yang tidak berfungsi.

Selain dianggap mubazir dan terhitung menyedot uang negara yang jumlahnya tak sedikit. Bahkan keberadaan bangunan yang ada juga merugikan masyarakat (rawan kecelakaan,red) lantaran masyarakat memilih menggunakan jalan alternatif, seperti proyek milik Dinas PUPR Pesawaran ini yang nilainya sekitar Rp. 750 juta dari APBD 2019, kondisi jembatan penghubung dua desa yakni DesaTempel Rejo menuju Desa Pasar Baru.  Sayangnya, infrastruktur penting yang bernilai ratusan juta rupiah,tidak difungsikan sampai saat ini.

Hal yang sama terjadi pada pembangunan proyek Gedung C yang bersampingan dengan Kantor Bupati Pesawaran dalam keadaan mangkrak tak terurus. Padahal di duga proyek milik Dinas PUPR bidang Cipta Karya yang bersumber dari APBD 2019 ini juga tidak terpampang plang proyek pekerjaannya.

Kondisisi bangunan, layaknya sebuah bangunan terbengkalai, dan kondisi bangunan belum dipasang pintu dan jendela, begitu pun bangunan nampak kumuh dan berlumut.

Selain itu, areal halaman juga dipenuhi rumput, semak-semak, sampah hingga kotoran anjing.

Selain mubazir dan tak memiliki nilai tambah, bangunan mangkrak di atas juga berpotensi merugikan negara yang dananya berasal dari rakyat. Tak hanya itu, infrastruktur yang terlanjur dibangun, rawan digunakan untuk hal-hal yang bukan pada tempatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Pesawaran, Zainal Fikri saat dikonfirmasi disela-sela mengikuti Rapat Paripurna DPRD kabupaten setempat mengatakan, bahwa pembangunan tersebut dilakukan sesuai dengan anggaran daerah.

“Pembangunan jembatan di Desa Tempel Rejo menuju Pasar Baru penanganannya terbatas karena kemampuan uang daerah terbatas, karena masih banyak yang dibagi beberapa kegiatan hanya dipos sekian,

“Ya sudah, kami hanya menyesuaikan dengan kondisi anggaran. Anggaran segitu, ya bisa dapat segitu di lapangan. Dan kita akan ajukan lagi untuk penanganan lanjutannya agar tuntas pekerjaan pembangunan tersebut,”paparnya, Rabu (16/9/2020) di Gedung DPRD Pesawaran.

Fikri menjelaskan, persoalannya semuanya sama, seperti pembangunan jembatan Tri Mulyo sama saja, karena anggaran senilai Rp.26 Milyar yang kita ajukan untuk jembatan itu.

” Untuk pembangunan jembatan dalam pengajuannya, kami sudah menganggarkan sebesar Rp.26 Milyar. Tapi pada pembahasan di DPRD hanya di plot segitu, dengan pembangunan Gedung C pun begitu butuh dananya banyak.Dan hanya di plot  sebesar Rp.3 Milyar, kita laksanakan sesuai dengan dana yang ada,”urainya.

“Cuma segitu hasil konsultan perencana, karena konsultan yang merencanakannya dan habisnya gimana. Itu ada perhitungan teknisnya tersendiri juga. Intinya untuk kegiatan ini, kedepannya akan kita ajukan lagi di tahun 2021. Hal ini karena kemampuan keuangan daerah. Kalau kemampuan keuangan daerah bisa membiayai itu,  ya kami membangun dengan tuntas, karena kemampuan daerah terbatas, ya itu,”tutup Zainal Fikri sambil berlalu masuk ke mobil pribadinya. (Zainal)

Posting Terkait