Pemkab Tanggamus Resmikan Workshop Sinergisitas Pengelolaan Perhutanan Sosial

Pemkab Tanggamus Resmikan Workshop Sinergisitas Pengelolaan Perhutanan Sosial

Workshop sinergisitas pengelolaan perhutanan sosial untuk mewujudkan masyarakat sejahtera hutan lestari, bertempat di Aula Hotel 21, Gisting, Selasa (27/2/2018). Foto: Candra/Fajarsumatera.co.id

TANGGAMUS – PEMERINTAH Kabupaten Tanggamus meresmikan workshop sinergisitas pengelolaan perhutanan sosial untuk mewujudkan masyarakat sejahtera hutan lestari, bertempat di Aula Hotel 21, Gisting, Selasa (27/2/2018).

Tujuan diadakan wokshop ini untuk mencegah illega logging, penggundulan hutan yang berdampak pada lingkungan dimana Tanggamus ini memiliki 68% hutan.

Menurut Ir Karjiono, Asisten II mewakili Plt Bupati Tanggamus Zainal Abidin, hutan untuk rakyat mulai didengungkan dalam Kongres Kehutanan se-Dunia tahun 1978 di Jakarta.

“Sebagai semangat bersama dalam mengingatkan para pihak bahwa pengelolaan hutan haruslah bermanfaat secara langsung kepada masyarakat sekitar hutan,” ucapnya.

Baca Juga:  BRI-Pemkab Tanggamus Kerjasama Dana Talangan BPJS

Di Tanggamus ini ada 41 Gapoktan aktif, Hutan Kemasyarakatan (HKm) kemudian menjadi salah satu program yang dikembangkan para pihak dalam mengejawantahkan semangat tersebut hingga kemudian PP No. 6 Tahun 2007 menyatakan HKm merupakan salah satu Skema Pemberdayaan Masyarakat Setempat (sekitar hutan), selain juga Hutan Desa (HD), Hutan Taman Rakyat (HTR), Hutan Adat dan Kemitraan Kehutanan.

Hingga kini, pemerintah memiliki dua agenda besar menjadi sorot utama terkait dengan pengelolaan hutan, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dan penciptaan model pelestarian hutan yang efektif.

Dalam mewujudkan kedua hal tersebut, pemerintah membuat sebuah program yang bernama Program Perhutanan Sosial bertujuan untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat melalui pola pemberdayaan dan dengan tetap berpedoman pada aspek kelestarian.

Baca Juga:  Pemkab Tanggamus dan TNBBS Rapat Bersama Soal Gajah

Program Perhutanan Sosial membuka kesempatan bagi masyarakat di sekitar hutan untuk mengajukan hak pengelolaan area hutan kepada pemerintah. Masyarakat dapat mengolah, mengambil manfaat dari hutan dengan cara-cara ramah lingkungan.

Perhutanan Sosial Tanggamus bertujuan, membangun sinergitas dalam mewujudkan program pembangunan kehutanan yang berkelanjutan multi stakeholder.

Memberikan kekutan Gapoktan HKm dalam menerapkan perundangan peraturan Kehutanan baik yang berlaku dalam Skema Perhutanan Sosial dan Peraturan-peraturan yang di bangun dalam kelompok.

Memperluas jaringan/mitra kehutanan, melaksanakan pengamanan hutan, Pelaksanaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (KAMTIBMAS), serta pengawasan gerakan-gerakaln Radikalisme.

Ia juga mengatakan memberikan perlindungan dan keamanan Gapoktan HKm dari oknum-oknum yang tidak bertangung jawab menciptakan hubungan yang harmonis antara Pemerintah Daerah, UPT, TNl/POLRI, Kejaksaan dan masyarakat dalam ruang saling asa, asih dan asuh.

Baca Juga:  Balai POM Lampung Tingkatkan Pengawasan Obat dan Makanan di Tanggamus

Menghadirkan model pengelolaan perhutanan sosial yang terpadu dengan bekerja sama dengan para pihak termasuk dengan aparat penegak hukum.

Pengembangan sistem tataniaga komoditi HKm secara terpadu dan berkelanjutan.

Sehingga keluaran hasil yang diharapkan dari Workshop ini. Gapoktan HKm lebih percaya diri dalam menerapkan peraturan-peraturan yang berlaku, adanya pembagian peran para pihak terutama pemerintah dan peran swasta yang lebih jelas, mempercepat akselerasi dalam penindakan apabila terjadi kejahatan hutan.

Masyarakat dapat mendukung POLRI dapat memperluas jaringan memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (KAMTIBMAS).

TNI dapat memperluas jaringan dalam mengawasi gerakan-gerakan radikalisme yang berpotensi menghancurkan kedaulatan negara, pemegang lUP,HKm dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara terpadu dan berkelanjutan, dan terciptanya sistem tataniaga komoditi. (SB/CD)

Pemkab Tanggamus Workshop Sinergisitas Pengelolaan Perhutanan

Posting Terkait