Pemkab Tuba Berhutang, Orang Tua Siswa Meradang

TULANG BAWANG,-Ulah Pemkab Tuba dengan tidak membayarkan Beasiswa sebesar Rp 1 miliar lebih ke SMA Kebangsaan Lampung Selatan, menuai protes wali murid.Sejumlah orang tua siswa di Kabuoaten Tulang Bawang menilai Dinas Pendidikan setempat tidak tanggap sehingga persoalan itu menjadi berlarut-larut. Mereka meinta Bupati Winarti agar turun tangan menyelesaikan hutang Pemkab terhadap SMA Kebangsaan.

Nw (39) warga Menggala yang notabenenya merupakan salah satu orang tua siswi yang menempuh Pendidikan di SMA Kebangsaan membenarkan Pemkab belum membayar biaya pendidikan sejak 2018 hingga 2020.

“Ia benar sampai sekarang bea siswa belum diberikan pemkab kepada pihak sekolah,benar-benar aneh padahal ini sudah berjalan tiga tahun gimana nasib anak-anak kami apalagi ini tahun terakhir,jangan sampai polemik ini menganggu konsentrasi para siswa-siswi,”ujar Nw melalui sambungan seluler pribadinya.(28/10)

Dikatakan Nw bea siswa yang tak kunjung diberikan,selain berdampak terhadap psikis para siswa-siswi,juga menyebabkan dirinya dan para orang tua siswa-siswi lainya harus bolak-balik ke lampung selatan lantaran dipanggil oleh pihak sekolah.

“Bukan saya sendiri yang dipanggil tetapi semuanya,pihak sekolah memberitahukan jika Pemkab sama sekali belum memberikan bea siswa anak-anak kami,pihak sekolah telah berupaya berkali-kali mendatanggi Dinas Pendidikan namun tetap saja nihil,sehingga pihak sekolah menyarankan agar kami sementara membantu biaya,”urainya.

Dengan terpaksa aku Nw,dirinya harus bekerja ekstra keras mencari usaha sampingan untuk menutupi berbagai biaya kebutuhan pendidikan di SMA kebangsaan.

“Yach mau bagaimana lagi Pendidikan sangat penting untuk masa depan anak-anak,sesuai yang diamanatkan oleh UU,kami hanya berharap agar Bupati turun tangan,agar persoalan ini secepatya selesai,”harapnya.

Dijelaskan Nw,MoU antara Pemkab Tulang Bawang dengan pihak SMA Kebangsaan sudah ada sejak kepemimpinan Bupati Hanan A Rozak.

Pada era kepemipinan Bupati Hanan A Rozak,lanjutnya Pemkab setiap tahun ajaran baru mengirimkan 25 orang siswa-siswi untuk menempuh pendidikan di SMA Kebangsaan yang biayanya ditanggung oleh pemkab.

“Nah pada masa tansisi pergantian jabatan Bupati dari Hanan ke Winarti,2018 Pemkab hanya mampu 10,orang siswa-siswi seingat saya¬† 6 Orang asal kecamatan Menggala sedangkan 4 orang asal kecamatan gedung meneng,yang menjadi pertanyaan kami kok Hanan mampu 25 orang tampa kendala sementara 10 orang menjadi polemik,”tandasnya.

Diketahui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang memasung bea siswa sebesar Rp 1,080 Milyar yang wajib diberikan kepada pihak SMA Kebangsaan.

Bea siswa senilai Rp.1,080 Milyar akumulatif biaya Pendidikan selama tiga tahun 2018-2020 10 orang siswa-siswi asal kabupaten Tulang Bawang yang menempuh Pendidikan di SMA Kebangsaan.

“Kisaran biaya satu Siswa untuk satu tahun mencapai Rp.36,Juta,dihitung rata-rata biaya perbulan siswa mencapai Rp.3.600.000,-persiswa,artinya kalkulasi biaya untuk 10 orang siswa Rp.360,juta pertahun jika dikalikan tiga tahun mencapai Rp.1,080,000.000,-,”nilai ini yang mesti harus dibayar kepada pihak SMA Kebangsaan.

Mengenyam Pendidikan yang layak merupakan hak seluruh warga,Pemerintah punya tanggung jawab terhadap jalanya Pendidikan mengingat Pendidikan adalah PROSES dalam peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.

Jika benar Pemkab Tulang Bawang berniat menjadikan Pendidikan sebagai bagian penting yang wajib dilaksanakan maka tidak seharusnya menciptakan situasi yang dapat memancing berbagai spekulasi.

Polemik Bea Siswa harus segera diselesaikan jangan sampai hal tersebut menganggu konsentrasi belajar para Siswa(Fs-Murni)

Hutang Pemkab Tuba SMA Kebangsaan

Posting Terkait