Pemkab Tuba Tambah Anggaran Pendidikan Khusus

MENGGALA,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang menambah alokasi anggaran sebesar 1,2 Milyar pada sektor Pendidikan Khusus diperuntukkan Pensertifikatan Lahan Sekolah.

Selain Pendidikan Pensertifikatan juga akan dilakukan kepada tanah Puskesmas,kecamatan,dan beberapa Satuan Kerja lainya yang tanahnya belum mempunyai sertifikat.

“Total alokasi anggaran mencapai 1,9 milyar semua merupakan biaya untuk Pensertifikatan tanah-tanah yang menjadi aset pemkab Tulang Bawang,”Terang Winarti.(05/08)

Pensertifikatan lahan atau tanah Sekolah,Puskesmas serta tanah aset pemkab lainya dinilai penting selain untuk tertibnya administrasi Aset daerah juga untuk meminimalisir terjadinya gangguan atau masalah sangketa kepemilikan hak atas tanah.

Diakui Winarti jika pembuatan sertifikat adalah hal yang menarik perhatian lantaran sertifikat menjadi sesuatu bagian penting dimiliki mengingat buku sertifikat adalah sebuah dokumen resmi keabsahan kepemilikan.

“Sudah lama saya pikirkan untuk membantu mensertifikatkan tanah sekolah,Puskesmas dan semua tanah yang menjadi Aset karena saya khawatir ketika tanah sekolah belum disertifikatkan kelak akan menimbulkan persoalan,yang bakal mengusik kenyamanan apalagi sekolah dan puskesmas sudah pasti seluruh kegiatan Belajar Mengajar,dan pelayanan kesehatan terhadap masyarakatkan, bakal terganggu,”imbuhnya.

Untuk itu tegas Winarti melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun 2020 dirinya telah mengalokasikan anggaran di masing-masing satker guna membantu pembiayaan pembuatan sertifikat tanah aset pemerintah daerah.

Nantinya lanjut Winarti setiap sekolah yang akan diusulkan melalui Dinas Pendidikan dan puskesmas melalui Dinkes tidak perlu mengeluarkan biaya untuk sertifikat karena biaya telah ditanggung oleh Pemkab.

“Semua hanya siapkan berkas persyaratan,soal biaya nanti dibantu Saya sudah tambah anggaran pada 22 satker totalnya mencapai 1,9 Milyar
khusus dipergunakan untuk pembuatan sertifikat tanah,ini bentuk perhatian pemerintah kepada dunia pendidikan,kesehatan,pertanian,”pungkasnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Nasaruddin membenarkan jika dalam APBD Perubahan telah dialokasikan anggaran sebesar Rp.1,2 Milyar.

“Benar sudah dianggarkan 1,2 Milyar khusus dipergunakan untuk biaya pembuatan sertifikat tanah sekolah,tercatat sekitar 60 hingga 70%sekolah yang notabenenya aset pemerintah belum memiliki sertifikat,jadi untuk tahun ini kita fokus mensertifikatkan sekolah TK hingga SMP di kecamatan Menggala dan Menggala Timur,”singkatnya.

Menurut data yang berhasil di himpun oleh Fs-Dana sebesar1.994.100.000 yang bersumber dari APBDP 2020 dialokasikan pada 22 Satker pemkab Tulang Bawang guna pembuatan sertifikat tanah seluas 289 Ha bidang tanah.
Tanah-tanah tersebut meliputi DLH,DKP,Sekretariat DPRD,RSUD Menggala,Kecamatan Banjar Agung,Gedung Aji,Banjar Margo,Banjar Baru,Dente Teladas,Gedung Aji Baru,RJT,Penawar Aji,Rawa Pitu Dan Meraksa Aji,masing-masing 1bidang tanah atau area Perkantoran sementara untuk Kecamatan Menggala, Disparbud dan Dishub masing-masing 3 bidang tanah.

Pembuatan sertifikat dan alokasi Anggaran di domimasi oleh Sekolah sebamyak 177 dengan total biaya sebesar Rp 1,2 Milyar disusul 42 puskesmas, biaya Rp.252 juta.

Kemudian Sekdakab 17 bidang Rp.112 Juta, Dinas Perdagangan 22 bidang Rp.151 juta, terakhir Dinas Pertanian 8 Bidang tanah dengan alokasi biaya Rp 52 Juta.(Fs-Murni)

Posting Terkait