Pemkab Waykanan Gencar Promosi Kopi Robusta

ist

BLAMBANGANUMPU–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Waykanan tengah serius mengembangkan produk kopi robusta. Upaya promosi produk berlabel Kopi Robusta Waykanan ini akan digencarkan sebelum dan pasca Lebaran.

Wakil Bupati Waykanan, Edward Anthoni menuturkan, pihaknya akan membentuk tiga tim efektif pengembangan kopi robusta yaitu tim budidaya kopi, tim pengolahan kopi dan tim penunjang pengembangan kopi. Setiap tim punya tugas berbeda.

Tim Efektif dibentuk agar dapat lebih fokus dalam pelaksanaannya, dan yang ditunjuk dalam tim efektif harus benar-benar memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi agar dapat berjalan dengan baik. Dalam bidang-bidang tim juga ditempatkan satu sekretaris sebagai fokus dalam bidang tersebut.

Tim budidaya kopi akan melakukan pembenahan proses budidaya tanaman kopi dengan rencana aksi melakukan pendataan potensi lahan dan kelompok budidaya kopi, baik yang berada di kawasan hutan maupun diluar kawasan. Revitalisasi tanaman kopi dengan metode sambung pucuk.

Kemudian melakukan sosialisasi ketentuan-ketentuan dalam sertifikasi indikasi geografis Kopi Robusta Lampung dengan nomor sertifikat dan melakukan sosialisasi dan penerapan teknologi konservasi tanah.

Selanjutnya Kabupaten Waykanan memiliki target capaian untuk Tahun 2018 yaitu tersajinya data potensi lahan dan kelompok tani budidaya kopi, pemetaan permasalahan budidaya kopi dan penetapan kelompok tani/gapoktan kopi binaan melalui Surat Keputusan Bupati.

Tim pengolahan kopi akan melakukan rencana aksi pendataan pola pasca panen kopi, sosialisasi atau penyuluhan dan pendampingan panen kopi petik merah dan sortasi. Juga melakukan sosialisasi atau penyuluhan dan pendampingan penggunaan lantai jemur kopi dengan para-para, pengolahan pasca panen kopi cara basah dan cara kering serta pendampingan standart mutu biji kopi sesuai dengan yang telah dikeluarkan oleh Badan Standarisasi Nasional yaitu SNI No.01-2907-2008.

Dengan target capaian pada tahun 2018 yaitu tersajinya data pola pasca panen kopi di Waykanan, pemetaan permasalahan pascra panen kopi, 10% kelompok kopi telah menghasilkan biji kopi kualitas baik, 10% kelompok tani kopi telah menggunakan lantai jemur para-para, 10% kelompok tani kopi telah menggunakan pengolahan pasca panen kopi cara basah dan kering serta 10% kelompok tani kopi telah menggunakan standarisasi mutu biji kopi sesuai dengan SNI.(SP/*)

 

kopi robusta waykanan

Posting Terkait