Pemkab Waykanan Hadiri Upacara Melasti Nyepi

Suasana upacara Melasti Hari Raya Nyepi tahun Saka1939 bertepatan di segara way neki di Kampung Bali Sadar Utara Kecamatan Banjit Kabupaten way kanan. (Foto Muslimin) 
WAYKANAN, FS – Menyambut Hari Raya Nyepi yang jatuh pada bulan Maret tahun baru saka 1939, Pemerintah Kabupaten waykanan menghadiri upacara Melasti Hari Raya Nyepi bertempat di segara way neki di Kampung Bali Sadar Utara Kecamatan Banjit Kabupaten way kanan. Acara ini di hadiri oleh Bupati,Ketua DPRD way kanan, Dandim way kanan dan kapolres, Sabtu 25 Maret 2017.
Raden Adipati Surya dalam sambutannya mengatakan, Dengan terselenggaranya acara Upacara Melasti Hari Raya Nyepi di way neki Kampung Bali Sadar Utara Kecamatan Banjit berterimakasih kepada semua warga yang telah menghadiri acara ini. Acara ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali dan saya sangat gembira sekali karena acara sangat meriah dan semarak sekali ribuan manusia berpakaian putih membanjiri upacara Nyepi. Melasti ini merupakan rangkaian acara umat Hindu dalam merayakan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1939, yang dilakukan oleh umat Hindu se-Way Kanan, terangnya.
Adipati melanjutkan, atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah menyampaikan selamat merayakan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1939 kepada seluruh warga masyarakat. Terutama kepada panitia penyelenggara yang telah memfasilitasi kebutuhan dan harapan masyarakat sehingga upacara Melasti mulai awal hingga akhir dapat berlangsung khidmat, lancar dan membahagiakan. 
“Kita mengetahui di kabupaten way kanan yang berjuluk bumi ramik ragom ini bermacam-macam umat beragam betapa tinggi toleransi, kepekaan sosial dan sikap saling hormat menghormati diantara umat beragama di Kabupaten way kanan. Kerukunan hidup umat beragama yang tulus ini tidak saja menjadi contoh praktek pluralisme yang baik namun juga dipercaya menjadi pilar harmonisasi kehidupan masyarakat, menjadi modal semangat untuk membangun dan mensejahterakan seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat waykanan,”terangnya.
Ditempat yang sama Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wayan Lamek menjelaskan, pada hari suci nyepi ini, ada empat rangkaian upacara yang dilaksanakan. Meliputi  melasti, tawur kesanga dan pengerupuk, nyepi dan ngembak geni, upacara melasti memiliki makna membersihkan bhuana alit dan bhuana agung terutama alat-alat upacara dan ida bhatara pretima, yang dilaksanakan di segara sekaligus mendak tirta amerta. Dari melasti pretima akan melinggih di bale agung. Setelah upacara melasti, dilanjutkan tawur agung di catus pata yang bermakna membersihkan jagat bhuana alit dan bhuana agung. 
Puncak dari rangkaian upacara ini adalah nyepi, yang bermakna melaksanakan tapa berata semadi dengan catur berata penyepian yakni amati geni, amati karya, amati lelungan dan amati lelanguan. Pelaksanaan nyepi dimulai pukul 06.00 sampai pukul 06.00 hari berikutnya. Terakhir adalah rangkaian ngembak geni dengan melaksanakan dharma shanti dan silahturahmi kepada sesama umat dan umat lainnya, terangnya.(MS) 

614 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment