Pemkot Sanggupi Perbaikan Flyover

Flyover Kota Bandarlampung

Ilustrasi Flyover (Ist)

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Kota Bandarlampung (Pemkot), terlihat sudah mulai melunak terkait wacana pengembangan flyover depan Mal Boemi Kedaton(MBK) untuk mengindahkan keinginan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera).

Hal ini terlihat, dari instruksi Kemenpupera bahwa Pemkot Bandarlampung segera menyampaikan dokumen Readliness Criteria (FS, Amdal, Andalalin dan DED) untuk dikaji oleh Direktorat Jenderal Bina Marga dan pelaksaan pembangunan tersebut, dan berpedoman kepada UU no.38/2004 tentang jalan beserta peraturan pelaksanaannya.

Surat Kemenpupera itu tertuang dalam nomor HK.05.02-Mn/656 tertanggal 27 Juli 2017 tentang Pelaksanaan Pembangunan Flyover di Ruas Jalan Nasional ditujukan kepada Wali Kota Bandar Lampung.

Baca Juga:  Pembangunan Fly Over dipastikan Belum Punya Ijin

Direktur Jembatan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Iwan Zarkasi, menyampaikan, desain FO MBK saat ini, tidak memperhatikan keselamatan dan keamanan pengguna jalan. Untuk itu, harus direvisi dan FO MBK harus memperhatian aspek keselamatan dan keamanan pengguna jalan, serta keindahan kota.

Dia meminta pembangunan konstruksi di lapangan baru dapat dilanjutkan, setelah berita acara penyerahan kewenangan pengelolaan aset dari Kemen PUPR ke Pemerintah Kota Bandar Lampung diselesaikan. Pada rapat tersebut juga terungkap geometri kemiringan FO MBK saat ini 6 persen dan patah dua kali.

“Seharusnya kemiringan di bawah 6 persen dan tidak boleh patah dua kali. Jadi kami meminta perbaiki dahulu apa-apa saja yang belum. Silahkan pemkot bekerja, semua clear ya lanjutkan,” jelas Zarkasih, via pesan singkat, Selasa (29/8).

Baca Juga:  Yusuf Kohar Satu Pemikiran Perihal Pembangunan Flyover

Sementara itu, Pemkot Bandarlampung, menyatakan bakal menyanggupi segala bentuk kebutuhan pengembang dalam proses pembangunan flyover. Termasuk membengkaknya anggaran yang dibutuhkan.

’’Ya, pemkot menyatakan bakal menyanggupi segala bentuk kebutuhan termasuk pengembang dalam proses pembangunan flyover. Termasuk membengkaknya anggaran yang dibutuhkan. Yang penting kita sudah mengantongi izin dari pusat (Kemenpupera). Desainnya memang benar akan dibuat lebih memanjang. Jadi nanti kita addendum-kan,” ujar Sekretaris Kota (Sekkot) Bandarlampung Badri Tamam, (16/8) lalu.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Layangkan Surat Penghentian Flyover

Selanjutnya, pembahasan tersebut akan dibawa ke pihak ketiga, dalam hal ini PT Dewanto Cipta Karya. ’’Pada dasarnya sudah saling mengetahui. Hanya saja belum dibicarakan lebih serius,” lanjut dia.

Untuk saat ini, proses perizinan sudah sampai pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VPalembang Direktorat Jenderal Bina Marga. Untuk kemudian diteruskan ke Kemenpupera. Meski kerap kali terpaksa dihentikan, pihaknya yakin proyek ini selesai sesuai waktu ditetapkan. Ya, Badri tetap meminta pihak ketiga untuk mengebut pembangunan proyek. (ZN)

5,284 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Fly Over

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan