Pemprov Antisipasi Lonjakan Cabai

Gambar Ilustrasi (Ist)
BANDARLAMPUNG, FS—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Pertanian mengantisipasi ketersediaan produksi cabai menjelang puasa Ramadhan dan Idulfitri. Langkah ini dilakukan dengan memulai gerakan tanam (gertam) cabai.
Melalui Gertam cabai, Pemprov membagikan ratusan ribu bibit cabai merah. Dinas TPH Provinsi Lampung 500 ribu polibag, Dinas Ketahanan Pangan sebanyak 32.000 polibag, BPTP Lampung 500 ribu polibag, dan 18.500 polibag dari BPP Hajimena. Untuk memastikan bibit itu tumbuh, Dinas TPH menugaskan para penyuluh memantau perkembangannya.
Program ini melibatkan organisasi kewanitaan seperti PKK, Dharma Wanita, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Persit Candra Kirana, Bhayangkari, dan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW).
Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menuturkan, mengendalikan harga cabai merah bukanlah perkara mudah. Sebab gejolak harga selalu terjadi terutama menghadapi hari-hari besar keagamaan.
“Upaya yang kami lakukan mengajak masyarakat untuk menanam cabai di pekarangan rumah. Targetnya, bibit tersebut panen menjelang puasa dan Lebaran, sehingga jika terjadi gejolak harga ibu-ibu punya cabai di pekarangan masing-masing. Semoga kebutuhan cabai di Lampung dapat terpenuhi dan bisa berkontribusi terhadap kebutuhan cabai nasional,” kata Ridho.
Selain Gertam, Pemprov Lampung juga tetap mengawal program pengembangan kawasan cabai. Tahun ini, program tersebut meliputi 710 hektare di 11 kabupaten. Dari luasan itu, Dinas TPH Lampung berkewajiban mengawal 4% atau 26 hektare.
Antisipasi menghadapai puasa dan Lebaran juga dilakukan dengan meninjau sentra cabai swadaya di sejumlah lokasi. Pada Kamis (16/3/2017), bersama Dirjen Hortikultura Spudnik Sudjono, Dinas TPH meninjau lokasi pengembangan kawasan cabai swadaya petani seluas 125 ha, di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran.(*)
Berita kaki///

228 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment