Pemprov Lampung Akan Tambah Gaji ASN

ILustrasi (IST)

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung akan memberikan tambahan penghasilan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Lampung. Tambahan penghasilan ini diharapkan bisa meningkatkan kinerja dan disiplin para ASN.

Plt Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis, menjelaskan, skema tambahan penghasilan itu masih dibahas oleh Pemprov. Ditargetkan pada tahun 2018 ini tambahan penghasilan itu sudah bisa diterapkan.

“Rapat itu tentang review penghasilan pegawai. Tahun 2018 ini kita lakukan karena ada beberapa item yang harus kita koreksi. Skema tambahan penghasilan ASN ini sesuai dengan arahan Peraturan Gubernur (Pergub) Lampung nomor 8 tahun 2017 tentang tambahan penghasilan ASN,” jelasnya, Selasa (13/3).

Baca Juga:  Bachtiar Basri Ingatkan ASN Tidak Terlibat Money Politic

Menurut dia, ada dua poin utama yang jadi bahan pertimbangan untuk penambahan penghasilan ASN. Yang pertama disiplin kerja yakni absensi melalui finger print. Kedua adalah beban kerjanya.

Untuk mengukur beban kerja ASN, Pemprov akan menerapkan aplikasi e-Kinerja. Namun aplikasi ini belum terkoneksi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sehingga saat ini masih dilakukan secara manual.

Baca Juga:  Didik Sebut THR dan Gaji ke-13 Sangat Luar Biasa

“Kalau disiplin kan bisa dilihat dari tingkat kehadiran. Selama ini sudah pakai finger print yang terkoneksi ke seluruh satuan kerja. Untuk beban kerja kita melakukan e-Kinerja, tetapi ini belum terkoneksi jadi secara manual dulu,” jelas dia.

Menurut Hamartoni, untuk memberikan tambahan penghasilan, indikator penilaian capaian kinerja itu harus terukur. Oleh karenanya ia meminta setiap kepala satuan kerja untuk memperhatikan hal tersebut. “Jadi capain kinerja ini harus terukur. Yang mengetahui itu kepala satuan kerja masing-masing. Dia yang melihat bagaimana kinerja dari eselon 3, eselon 4 dan staf,” imbuhnya.

Baca Juga:  ASN Harus Terus Berkreasi dan Berinovasi

Namun untuk besaran penghasilan yang akan bertambah, Hamartoni mengatakan saat ini masih dalam tahap pembahasan. Ia menyebut pihaknya tidak mengubah besaran nominal, tetapi mengubah cara mendapatkan penghasilan itu.(*/ZN)

 

ASN

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan