Pemprov Lampung Manfaatkan Teknologi Pertanian Wujudkan Ketahanan Pangan

Desa Mandiri Kakao
Desa Mandiri Kakao
Sekdaprov Lampung Sutono menyerahkan bibit kakao pada acara pencanangan Desa Mandiri Kakao di Lapangan Desa Kertasana, Kedondong, Pesawaran, Kamis (7/11/2017). Foto: Ist

Bandarlampung – Pada acara Temu Tugas Perkebunan dan Peternakan serta Gerakan Penanganan Gangguan Reproduksi, di Lapangan Desa Kertasana, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Kamis (7/12/2017), Sekdaprov Sutono mengatakan Pemprov Lampung berupaya mendukung ketahanan pangan.

Dengan terus meningkatkan pemanfaatan teknologi pertanian dan mekanisme pertanian untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan melalui tiga kegiatan prioritas.

“Tiga hal tersebut yakni pengembangan usaha pangan masyarakat, penguatan lembaga distribusi pangan, industri pengolahan dan pasca panen, dan optimalisasi lahan pekarangan,” ujar Sutono.

Baca juga: Pesawaran Jadi ‘Bumi Tanaman Kakao’ Bupati Dendi Apresiasi Gubernur Lampung

Pada acara tersebut, hadir juga Inspektur II Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian RI, Widono.

Inspektur II Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian RI, Widono mengapresiasi langkah yang diambil Pemprov Lampung. Dia menuturkan saat ini Indonesia tengah membangun lumbung pangan dunia 2045 yang tentu saja ditopang oleh Lampung.

“Mulai sekarang kita sudah menyusun roadmapnya. Alhmadulilah untuk padi dan jagung kita sudah swasembadakan, sehingga satu hingga dua tahun ini kita sudah tidak ada import khususnya untuk padi dan jagung,” ujar Widono.

Ia mengatakan dalam menghadapi persaingan global dan kemungkinan terjadinya krisis pangan, ditambah dengan peningkatan penduduk dunia yang sangat cepat, ini harus dilakukan dengan ketersediannya pangan. “Kalau di Indonesia mampu menyediakan pangan secara mandiri kita akan aman dalam hal tersebut,” kata Widono.

Kementerian Pertanian RI sendiri telah melakukan langkah-langkah dalam membantu para petani di setiap wilayah.

“Terkait komoditas padi, kita juga melalukan kegiatan intensifikasi yang dilakukan kementerian, ini dilakukan dalam rangka meningkatkan produktifitas dari lahan. Kementerian sendiri sekarang banyak membantu masyarakat seperti benih dan kita juga ada program benih subsidi yang harganya murah. Lalu bantuan alat dan mesin yang dikelola para petani,” ujar Widono. (*)

336 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment