Pemuda Kemiling Cabuli Anak Sahabatnya

Tinus | Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Seorang pemuda warga Kemiling, Bandarlampung, didakwa oleh Jaksa melanggar pasal 82 ayat 1 tentang perlindungan anak karena tega melakukan pencabulan terhadap bocah 9 tahun yang merupakan buah hati sahabatnya sendiri. Ia pun terancam hukuman penjara paling lama selama  15 tahun.

Ibarat pagar makan tanaman, istilah itu  nampaknya pantas disandang VT.

Warga Kelurahan Sumberagung tersebut  menjalani sidang perdananya secara tertutup di ruang R Subekti,  gedung Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Kamis (21/11) kemarin.

Baca Juga:  Suban Qohar Diarak Gegara Cabul

Pria 29 tahun ini didakwa telah melanggar pasal 82 ayat  1 Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang peraturan pemerintah pengganti Undang-undang nomor  1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 yang mengatur tentang perlindungan anak .

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa, terdakwa  padal akhir bulan Juli 2019 lalu bertandang ke rumah temannya.

Baca Juga:  Sopir Cabul Dituntut 12 Tahun Penjara

Dan pada saat itu dirinya melihat anak perempuan rekannya tersebut sedang asik bermain telephone genggam di dalam kamar bersama dengan adik laki–lakinya.

Saat itu pun niat busuknya muncul dalam benaknya dan ia pun segera menyuruh ayah korban untuk keluar membeli minuman serta adik korban yang masih kecil ia perintahkan untuk bermain di luar rumah sembari mengawasi motor miliknya.

Setelah tak satupun orang berada di dalam rumah, buruh ini pun segera melaksanakan niat busuknya tersebut tanpa adanya perlawanan dari korban yang takut kepada terdakwa.

Baca Juga:  Gagahi Anak Tiri, Yono Dibui 10 Tahun

Setelahnya ia pun memberikan uang sebesar Rp5 ribu agar korban tak menceritakan hal tersebut dengan siapapun.

Lantaran perlakuan tidak pantasnya tersebut, VT pun diancam hukuman pidana sesuai dengan pasal yang dikenakan yaitu hukuman pidana penjara paling lama selama 15 tahun dan denda paling banyak sebesar Rp5 milyar.(TN)

Cabul Pemuda

Posting Terkait