Pendukung Pura-pura

Ngupi Pai

Ngupi Pai

Oleh: Abdullah Al Masud

Di Provinsi Lampung sedang seru-serunya membahas dunia politik menjelang pemilihan Gubernur Lampung periode mendatang. Bahkan, para pendukung saling ejek-ejekan dari mulut ke mulut sampai dari medsos ke medsos.

Ada yang menyebutkan, kondisi itu murni sebagai realitas di tengah masyarakat yang sedang bertransformasi mencari bentuk tatanan yang lebih baik dari sebelumnya, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa kegaduhan itu ada yang menciptakan untuk menutupi agenda lain.

Sangat mungkin juga, kegaduhan diciptakan sebagai rekayasa sosial untuk melegitimasi realita buatan. Ini memang era politik, era ketika realitas semu dianggap sebagai realitas murni.

Itulah kondisi masyarakat sekarang yang sarat permainan citra, retorika, serta trik pengelabuhan informasi.

Bahkan ada juga yang hanya berpura-pura sebagai pedukung salah satu calon gubernur sehingga bisa bebas menciptakan kegaduhan.

Kepura-puraan tak harus yang bersifat positif. Bisa juga yang negatif. Positif dan negatif tidak lagi penting, karena tujuannya adalah untuk menutupi agenda lain.

Realitas semu yang positif maupun yang negatif bisa silih berganti dimunculkan, karena yang dikehendaki adalah politik adu domba sesama anak negeri.

Dari satu kegaduhan ke kegaduhan lain, mari kita simak, modusnya selalu begitu-begitu saja, selalu menyulut sentimen, baik sentimen berdasarkan agama, ras, figur, maupun sentimen kedaerahan. Sepertinya ada tangan tak tampak sedang dan akan selalu memainkan hal ini.

Sang pemilik tangan tak tampak itu tidak akan pernah berhenti meremot kegaduhan demi kegaduhan. Dunia poltik harus selalu gaduh dan meriah, kegaduhan yang bisa menghibur rakyat yang sama sekali tidak menyentuh kepentingan orang banyak.

Pendukung Politik

Posting Terkait