Peneliti ISESS: Polda Keliru Sebut Senpi Milik Khairul Bakti

Tommy Saputra | Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Informasi kepemilikan senjata api (senpi) illegal milik mantan anggota DPRD Kota Bandarlampung, yang disampaikan oleh Polda Lampung berjenis FN. Disebut keliru oleh Peneliti Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi.

Menurut Khairul, senpi yang ada pada Khairul Bakti itu adalah merk Makarov, bukan jenis FN. Dimana senjata yang diproduksi oleh Uni Soviet dan peruntukannya di Indonesia, digunakan militer pada TNI Angkatan Udara.

“Selain itu, senpi dengan merk Makarov secara tertutup selalu digunakan oleh satuan intelijen,” jelas Khairul Fahmi, Rabu (18/9).

Baca Juga:  Polda Lampung Sosialisasi Pengawasan Pengelolaan Dana Desa

Kata Khairul, bila penyampaiannya keliru, bisa berdampak kepada institusi lain, yakni militer. Sebab, jika informasi yang sampai ke masyarakat tidak tepat maka akan memunculkan spekulasi.

“Polri terlalu menyederhanakan setiap senpi dengan sebutan FN. Padahal ada banyak macam senpi. Saya khawatir akan muncul spekulasi di masyarakat. Salah satunya, apakah ini sengaja dikaitkan dengan militer atau seperti apa? Karena sejatinya FN adalah senjata organik milik TNI. Begitupun Makarov,” jelasnya.

Baca Juga:  Polda Lampung Urai Macet Mesuji-OKI

Ia pun melihat, pihak militer tidak menaruh kepekaan dengan informasi yang disampaikan Polda Lampung.

“Dalam hal ini, media bisa bertanya langsung ke Korem. Militer hari ini cenderung tidak ingin berurusan lebih jauh untuk kasus ini,” kata Khairul.

Dalam hal pengawasan senjata di tubuh Polri bagi kalangan sipil, cenderung buruk. Senpi Makarov pun, yang notabene dalam pengawasan militer masih buruk.

“Fenomena itu tidak bisa dipungkiri. Yang menjadi harapan kita, aturan yang sedemikian rupa dibuat haruslah dilaksanakan dengan tepat oleh instansi terkait. Karena ini juga sebagai langkah menurunkan tindakan kriminal,” tandasnya.

Baca Juga:  Tahun 2017 Polri Tembak Mati 55 Pelaku Narkoba, Polda Lampung Urutan Ketiga

Diketahui, Polda Lampung menyita satu pucuk senpi berikut 22 butir peluru dari tangan Khairul Bakti. Ia diduga ditangkap saat sedang berpesta narkoba di Perumahan Gunung Madu, Kecamatan Tanjungsenang, pada Jumat (13/9) lalu.

Polda Lampung menyebut senpi ilegal itu berjenis FN, dan Khairul Bakti ditetapkan sebagai tersangka sesuai UU Darurat No 12 Tahun 1951.(TS)

ISESS Khairul Bakti Polda Lampung

Posting Terkait