Pengacara Darussalam Klaim Mampu Patahkan Dalil Penetapan Tersangka yang Dilakukan Polresta Bandar Lampung

Pengacara Darussalam Klaim Mampu Patahkan Dalil Penetapan Tersangka yang Dilakukan Polresta Bandar Lampung

Ilustrasi.

Bandar Lampung – Penyidik pada Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung dan Nuryadin sebagai pihak yang melaporkan kader Partai Gerindra Provinsi Lampung Darussalam nampaknya harus memantapkan kuda-kudanya.

Pasalnya dalil penetapan tersangka kepada Darussalam diklaim mampu dipatahkan hanya dengan menghadirkan empat orang saksi, yang dinilai mampu memberikan kesaksian hingga Darussalam dapat bebas dari jeratan hukum.

Ungkapan ini datang dari pengacara Darussalam, Ahmad Handoko dalam keterangan tertulis yang diterima Fajar Sumatera, Jumat, 2 Oktober 2020.

Baca Juga:  Jejak Desyadi dan DPRD Dalam Kasus Korupsi Lampung Utara

“Kami masih punya empat orang saksi lagi untuk kami hadirkan ke penyidik yang saya yakin keterangan saksi itu mematahkan status tersangka yang disematkan ke Darusalam. Saya yakin betul Darusalam sedang dizolimi,” tegas Ahmad Handoko.

Keterangan ini dilontarkan Ahmad Handoko bukan lah tanpa sebab. Ungkapan ini adalah bagian dari bentuk reaksi dari surat aduan yang dilayangkan pihak pelapor ke Kejagung dan Kejati Lampung. Soal aduan ini baca selengkapnya di sini. [Aduan Nuryadin ke Kejagung]

Ahmad Handoko memberikan masukan kepada pihak korban berikut penasihat hukum. Daripada melayangkan aduan, lebih baik pihak korban dan penasihat hukum mempersiapkan hal-hal yang konkret dan berkorelasi dengan perkara pokok.

Baca Juga:  Duduk Persoalan Kasus Dugaan Tipu Gelap Calon Bupati Way Kanan Juprius di Kepolisian

Sebab jika tidak dapat membuktikan perbuatan yang disangkakan kepada kliennya, Ahmad Handoko sudah mempersiapkan strategi.

“Baiknya penasihat hukum pelapor fokus aja terhadap materi perkara dan menyiapkan bukti untuk membuktikan aduanya karena kalau aduannya nanti tidak terbukti maka kami akan dengan senang hati melaporkan balik,” terang Ahmad Handoko.

Tak hanya berniat melapor balik, Ahmad Handoko juga menyampaikan tantangan. “Saya juga menantang agar penasihat hukum pelapor menunjukan bukti yang cukup yaitu dua alat bukti sebagaimana ketentuan 184 KUHAP yang membuktikan Darusalam terima uang dari pelapor. Saya selaku penasihat hukum dari Darusalam tidak mau berpolemik secara hukum tapi saya fokus untuk membuktikan sangkaan dari pelapor dan penyidik itu tidak benar yaitu dengan manghadirkan saksi, ahli dan surat,” timpal Ahmad Handoko.

Baca Juga:  Soal Kasus Tipu Gelap, Kejaksaan Nyatakan Berkas Perkara Kader Gerindra Darussalam Belum Lengkap

Reporter: Tommy Saputra

Ahmad Handoko Darussalam Desyadi Kasus Tipu Gelap Darussalam Kejari Bandar Lampung Nuryadin Polresta Bandar Lampung

Posting Terkait