Pengelola Monas Datangkan Teleskop dari Planetarium untuk Amati Gerhana Bulan Total

Ilustrasi

Jakarta – Fenomena Gerhana Bulan Total atau Super Blue Blood Moon mengundang rasa penasaran segenap warga Indonesia, khususnya warga Jakarta.

Untuk memberikan kesempatan kepada warga Ibu Kota menyaksikan peristiwa alam langka itu, pengelola Monumen Nasional atau Monas pun melakukan sejumlah persiapan.

Di antaranya menyiapkan satu teleskop untuk menyaksikan Gerhana Bulan Total atau Super Blue Blood Moon dari Cawan Monas. Teleskop itu didatangkan dari Planetarium.

Baca Juga:  Ini Jam Munculnya Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018

“Satu tele kita di Cawan Monas, nanti pengunjung lihatnya bergantian,” terang Kepala UPT Monas Munjirin seperti dilansir Liputan6.com, Rabu (31/1/2018).

Pengelola Monas juga menyelenggarakan salat gerhana.

“Kita ada salat gerhana berjamaah, di lapangan futsal Monas, sanggup menampung 500 orang,” kata Munjirin.

Munjirin memprediksi jumlah warga yang akan datang ke Monas untuk menyaksikan Gerhana Bulan Total atau Super Blue Blood Moon, di atas 15 ribu orang.

Baca Juga:  Gerhana Bulan Total, BMKG Minta Masyarakat Waspadai Pasang Maksimum dan Surut Minimum

Tarif Masuk Normal

Kendati demikian, tarif masuk tetap normal yakni Rp 5.000 untuk dewasa, dan Rp 2.000 untuk anak-anak.

“Untuk tarif ini nanti pakai Jakcard, jadi cashless. Ada yang jual Jackard juga di sini,” jelas Munjirin.

Terkait jam operasional, pengelola memundurkan jam tutup Monas satu jam lebih lama, menjadi pukul 11 malam.

Baca Juga:  Itera Lampung Ajak Masyarakat Saksikan Gerhana Bulan

Ini karena Gerhana Bulan Total atau Super Blue Blood Moon merupakan fenomena langka. (net/hp)

Gerhana Bulan Total Pengelola Monas Teleskop Planetarium

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan