Pengelolaan BPNT Pekon Tulungagung Disoal

PRINGSEWU – Dugaan Korupsi berjamaah dalam pengelolaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Pringsewu, belum lama ini terjadi di Pekon Tulungagung, Kecamatan Gadingrejo.

Indikasi dan dugaan korupsi berjamaah tersebut, datangnya dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terkait dugaan selisih harga satuan sembako yang diterima KPM belum lama ini.

Terkesan, Dinas Sosial Kabupaten setempat tidak mengambil sikap tegas untuk memanggil dan memberhentikan E-warung dan supplier jika sudah jelas indikasi permainan kongkalikong ada.

Awal Kisruhnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dampak dari pembagian BPNT di Kecamatan Gadingrejo diduga kuat sarat permainan antara E-warung dan supplier (PT Putra Mandiri).

Pasalnya, sejumlah kartu ATM milik keluarga penerima manfaat (KPM), diduga kuat di kuasai dan dikendalikan E-warung.

Hal itu, tidak sesuai dengan peraturan pedoman umum (Pedum) BPNT. Bahwa, setiap KPM berhak menyimpan ATM yang di berikan oleh pemerintah sebagai penerima bantuan BPN.

Hal inipun, di benarkan oleh Sugeng Pramono, Kabid pemberdayaan dan pengendalian pakir miskin dan didampingi Kasi pendapingan dan bantuan stimulan Dedy, Kamis, (22/7/21). Di Kantor Dinsos Kabupaten setempat.

“Dalam aturan di (Pedum) pihak E-warung tidak diperbolehkan menyimpan ATM penerima bantuan. Hal itu, bisa di salah gunakan oleh pihak pihak tertentu. Terkecuali, ada surat peryataan dari penerima bantuan kepada E-warung. Itupun, untuk penerima yang sudah lansia”,terang Dedy kepada media ini.

Terkait selisih harga dari nilai bantuan BPNT, Dedy mengaku, sudah melakukan monitoring ke E-warung bambu seribu di pekon Tulung agung, dan mengembalikan sembako ke E-warung setempat agar menjadi evaluasi kedepan.

Ditambahkan Dedy, untuk pihak ketiga (supplier) BPNT di Kecamatan Gading Rejo. Saat ini, dari hasil monitoring di lapangan di supplier PT Putra Mandiri menggantikan supplier sebelumnya CV Daud Fokarindo.

Sejauh ini, Tahun 2021 jumlah penerima bantuan BPNT 24 Ribu lebih KPM, setiap tahunnya di Kabupaten Pringsewu mengalami kenaikan drastis.

Menangapi pemberitaan di sejumlah media terkait adanya E-warung yang menahan ATM penerima bantuan BPNT di Kecamatan Gading Rejo, koordinator Tenaga Kesejahteran Sosial Kecamatan (TKSK), Solihin mengatakan, sesuai aturan di Pedum, ATM penerima bantuan tidak boleh di pegang oleh pihak E-warung, hal itu, sudah menyalahi. Kecuali, ada surat peryataan dari penerima bantuan (KPM).

“Sesuai Pedum tidak dibenarkan E-warung menyimpan atau menahan dan mengoperasikan ATM penerima BPNT. Hal ini, bisa di salah gunakan oleh pihak oknum E-warung”, jelasnya.

Sebelumnya, Sejumlah Emak-emak geruduk dan melakukan protes di Kantor Bupati Pringsewu, dan di Dinas Sosial setempat.

Menurut Emak-emak tersebut, pihak E-warung terlalu mahal memberikan harga satuan sembako. Dari nilai bantuan sebesar Rp 200 ribu, dianggap mereka pihak pengelola (E-warung) kurangnya tanspran.

Padahal, harga sembako yang di terima oleh penerima manfaat, tanpa memberikan (struk).

“sebagai bukti transaksi saat pengambilan bantuan sembako”, tutur Sumiati yang merupakan warga Tulung Agung salah satu Keluarga penerima manfaat (KPM). Senin, (19/7/21).

“Kami (KPM -red) mengadu kedinas sosial, untuk meminta agar bantuan (BPNT) yang melalui E-warung harus sesuai harga pasaran. Karena, selisih dari harga pasaran berkisar Rp 40 ribu rupiah, dari nilai bantuan sebesar Rp 200 ribu,” beber Sumiati.

Masih kata Sumiati mengungkapkan, dirinya mewakili rekan KPM di Pekon Tulung Agung mengaku, sejak satu tahun yang lalu pihaknya tidak pernah menerima ATM maupun buku tabungan (rekning) dari bantuan BPNT.

“Semua ATM di pegang oleh pihak E-warung, dan anehnya lagi tidak ada struk rincian belanja di berikan kepada kami, semua hanya terima sembako dari E-warung itupun sampai di rapel selama tiga bulan”, ujarnya.

Sumiati dan sejumlah penerima manfaat cukup heran dengan pengelolaan E-warung tempatnya, dari sejumlah sembako yang diberikan kepada masyarakat penerima manfaat dari BPNT yang di terima pihaknya berupa, beras 15kg, 10 Butir telur, kacang ijo ½ kg dan buah Pir Tiga buah.(DN/Bal/Her)

Posting Terkait