Penggelembungan Suara Oknum Caleg di Tulangbawang TMS

MAW, caleg DPRD kabupaten tulangbawang asal partai PAN nomor urut satu dapil dente teladas, yang dilaporkan oleh caleg sesama Parpol Hartono di sentra Gakkumundu Bawaslu setempat dengan tuduhan Pengelembungan suara. Foto: Murni

 

MENGGALA -Hartono Caleg Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Denteteladas Tulangbawang nyatakan jika kecurangan yang dilakukan oleh MAW caleg sesama Parpol dan oknum caleg parpol tertentu terstruktur masif dan sistematis (TMS).

Pasalnya kecurangan pengelembungan  suara dengan mengurangi suara caleg lain diduga kuat melibatkan para saksi dan para petugas KPPS setempat.

Menurut Hartono, pengelembungan suara dengan mengurangi suara caleg lain terjadi diseluruh TPS se Kecamatan Denteteladas dengan modus para oknum caleg manfaatkan C6 milik orang lain, yang sudah meninggal, pengurangan suara caleg lain dan adanya pemilih siluman.

“Di TPS 020 Sungainibung suara sah hanya 189 suara, sementara tercatat pada form C1 324, suara artinya terjadi pengelembungan suara sekitar 189 suara. Pada tps tersebut tercatat saya mendapat suara 52, namun tiba-tiba 50 suara hilang yang tersisa hanya 2 suara saja. Saya menduga ini di lakukan oleh sesama Parpol yakni Muklas Ali Wahyudin (MAW) dia memperoleh suara dengan curang, ” keluh Hartono, Selasa (23/4/2019).

Baca Juga:  Rekomendasi Dimentahkan, Bawaslu Tulangbawang Kecewa

Menurut Hartono kecurangan bukan hanya terjadi pada satu atau dua TPS tetapi kecurangan dengan menambah jumlah pemilih (pemilih siluman) dan mengurangi suara caleg  dilakukan pada 14 TPS di Sungainibung.

“Kalau di dusun XII kerawang baru pada TPS 22 dan 23,ditemukan ada sekitar 96,pemilih siluman, pemilih mengunakan C6 milik orang lain, bahkan mengunakan C6 orang yang sudah meninggal dunia, tapi saya heran kok dibiarkan oleh petugas KPPS, padahal mereka petugas tahu sebab para petugas KPPS adalah masyarakat yang memang berdomisili di sekitar TPS, “urainya.

Sementara, papar Hartono, strategi bermain curang para oknum caleg memang telah tersusun rapi dari sebelum hari pemilihan,di kampung Dentemakmur para oknum caleg bermain cukup piawai.

Baca Juga:  KPK Periksa Zulkifli Hasan, Mantan Menteri Kehutanan yang Berada di Pusaran Kasus Korupsi di Provinsi Riau

“Mereka (para oknum caleg ) bermain cantik, namun sadis, tidak menambah atau memasukan pemilih siluman, tapi tetap mengelembungkan suara dengan mengambil, mengalihkan, suara caleg lain, bahkan kawan sesama partai tega melakukan terhadap saya padahal kami caleg sesama partai, saya sangat kecewa ada sekitar 500 suara saya di ambil oleh MAW,” cetusnya.

Untuk mencari keadilan, sambung Hartono, berbagai kecurangan Pileg diwilayah dapil Denteteladas telah dirinya laporkan di sentra Gakkumundu Bawaslu Tulangbawang.

Dirinya berharap pihak berwenang dapat segera memproses laporan tersebut sebab kecurangan dilakukan secara terstruktur masif dan sistematis.

“Saya yakin kecurangan yang dilakukan oleh para oknum caleg dapil dente teladas khususnya caleg PAN nomor urut satu MAW disinyalir melibatkan para petugas KPPS, jadi saya minta di usut sampai tuntas,saya akan terus berjuang mencari keadilan jika nantinya Bawaslu maupun KPU tulangbawang tidak ada Action maka persoalan ini akan saya laporkan ke jenjang DKPP,” tukasnya.

Baca Juga:  Dua Caleg Terapkan Strategi Jitu

Sementara Kordiv SDM dan Organisasi Bawaslu Tulangbawang Rachmad Lihusnu, pastikan akan menindaklanjuti laporan caleg PAN Hartono.

“Laporan saudara Hartono masih dalam proses Gakkumundu sebab dalam laporan tersebut ada hal pidana, tetapi kami tetap koordinasi,mengumpulkan bukti dan saksi-saksi, kami punya waktu 14,hari kumpulkan semuanya apakah memenuhi unsur pidana atau tidak, yang jelas kami bekerja profesional laporan tersebut akan kami tindak lanjuti,” singkatnya.

Dihubunggi terpisah melalui pesan WhatsApp  terlapor MAW mengatakan jika dirinya sudah mengetahui adanya laporan Hartono terhadap dirinya.

“Ia saya sudah tahu dari seseorang yang bernama Rachmad kalau Hartono melapor menuduh saya gelembungkan suara bahkan mengambil suara orang lain,” tulisnya.

Muklas kembali menuliskan jika dirinya belum bisa paparkan semua kebenaran melalui sambungan seluler lantaran keterbatasan signal.

“Waduh mas signal disini susah apalagi kondisi sekarang hujan, tapi yang jelas berapapun suara yang didapat saya masih perpegang teguh sama hasil c1 saksi PAN yang di pegang DPC PAN Denteteladas, mungkin nanti akan saya jelaskan di Menggala karena setelah penghitungan di PPK sudah rampung saya akan antar c1 ke DPD PAN di Menggala,” ujarnya. (MR)

Caleg PAN Penggelembungan Suara di Tuba

Posting Terkait