Penghina Jokowi Tak Bisa Buktikan Pembajakan Akun

Ilustrasi Sidang. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Romi Erwin Saputra, seorang pemuda yang diduga menghina Presiden di laman media sosial miliknya, kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang Bandar Lampung. Dalam sidang kali ini, jaksa menuntut terdakwa dengan pidana penjara 2 tahun 6 bulan.

Perkara pelanggaran undang – undang ITE, yang dilakuan oleh seorang pemuda asal Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, digelar di ruang cakra, Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang, pada Kamis sore kemarin.

Baca Juga:  Penghina Jokowi Disidangkan

Terdakwa Romi disidangkan lantaran dirinya diduga menghina Presiden Joko Widodo, di laman media sosial facebook miliknya, dengan mengunggah foto presiden dan menyertakan kata – kata tak pantas.

Sebelumnya pemuda berusia 24 tahun ini mencoba menipu majelis hakim dengan berdalih bahwa bukan dirinya yang mengunggah hinaan tersebut.

Bahwa dia pun telah melaporkannya ke pihak kepolisian tentang pembajakan akun facebook pribadinya.

Baca Juga:  Penghina Jokowi Disidangkan

Ketika itu hakim memintanya untuk menunjukan bukti laporan yang dimaksud. Namun bukti – bukti yang sesuai dengan bantahannya tidak pernah terlihat ada di dalam fakta persidangan.

Dalam sidang yang dipimpin oleh hakim Ketua Syamsudin ini, jaksa menuntut terdakwa Romi Erwin Saputra dengan tuntutan 2 tahun 6 bulan kurungan penjara, dan denda sebesar 1 milyar rupiah, dengan subsidair 3 bulan kurungan penjara.

Baca Juga:  Penghina Jokowi Disidangkan

Sementara sidang lanjutan akan digelar pada Kamis depan pada tanggal 22 november 2018, dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi yang ditulis sendiri oleh terdakwa. (*)

Penghina Jokowi

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan