Pengolahan Emas ilegal Merambah, Ketua LMP Pesawaran Angkat bicara

Pesawaran (Fs) – Miris, melihat lokasi pengolahan emas milik masyarakat, yang menggunakan mesin glundung (alat Pengiligan-Red), di tambah aliran air pembuangan yang bercampur air kotor, yang di sinyalir sudah tercemar zat kimia berbahaya seperti mercuri, di beberapa desa di kecamatan way Ratai, dan kedondong, kabupaten Pesawaran.

Selain tanpa pengawasan, pengolahan dengan menggunakan bahan kimia berbahaya tersebut, terkesan di biarkan, tanpa adanya arahan mengenai potensi pencemaran, bagi lingkungan sekitar.

Melihat kondisi tersebut, Ketua organisasi masyarakat, Laskar merah putih (LMP) kabupaten Pesawaran, Deni fasha,terpaksa angkat bicara, menyerukan rasa kekecewaannya, sekaligus prihatin, melihat kondisi saat ini, mengenai beroperasinya, pengolahan emas, tanpa melihat efek samping, terhadap lingkungan dan alam sekitar.

“kalau melihat pengolahan emas yang di lakukan, masyarakat terutama di desa Sinar harapan, kondisi nya memperihatinkan, karena pengolahan emas tersebut tidak menggunakan, cara pembuangan limbah yang semestinya, sehingga air yang bercampur lumpur sisa hasil pengolahan emas, di biarkan mengalir ke sungai, sehingga sisa air limbah yang mengandung mercury mencemari sungai, dan menjadi ancaman bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Sedangkan, tambah deni, dari lama Beroperasionalnya mesin pengolahan emas, (Gelundung), sudah di pastikan, berpotensi terjadinya pencemaran dan merusak di lingkungan sekitarnya.

“kalau rata-rata tempat pengolahan emas tersebut sudah beroperasi satu hingga dua tahun lamanya, sedangkan dalam pengolahan tanpa menggunakan SOP yang jelas, sudah di pastikan pencemaran tidak terelakkan, ” tegasnya.

Menjadi sebuah pertanyaan besar, terkait sampai saat ini, kegiatan pengolahan emas di sejumlah kecamatan di kabupaten pesawaran tersebut, tidak tersentuh oleh pemerintah setempat, bahkan terkait pelanggaran hukum, tentang pelanggaran tata cara pengolahan,dan perizinan.

“saya juga heran,padahal kegitan pengolahan emas yang di duga ilegal itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu,tetapi baik dari dinas terkait maupun pihak penegak hukum terkesan tutup mata dan terdapat indikasi unsur pembiaran, pada kegiatan pengolahan emas, dan mencemari lingkungan,” ungkapnya

tersebut tetap beroperasi Tampa tersentuh oleh hukum,bahkan parah nya lagi sejumlah pengolahan emas tersebut di lakukan di pelataran rumah di lingkungan Pemukiman masyarakat,”cetus nya.

Kedepan, Ungkap Deni, bahwa dalam waktu dekat, LMP Kabupaten Pesawaran, akan melayangkan surat kepada dinas lingkungan hidup, dinas perizinan,Bupati, DPRD dan Polres pesawaran, untuk dapat segera menindak, oknum masyarakat, yang berani, lakukan pengolahan emas, tanpa mengantongi izin, dan sudah jelas merusak lingkungan.

“secepat nya kami akan mengirim kan surat kepada pihak pihak terkait agar segera melakukan penertiban dan penutupan tempat pengolahan emas yang di duga ilegal yang telah melakukan pencemaran lingkungan karena sisa limbah pengolahan emas tersebut di duga mengandung limbah berbahaya,”pungkasnya seraya mengatakan pemerintah pesawaran dan pihak terkait harus segera melakukan langkah cepat guna menagulagi perluasan kerusakan lingkungan akibat pengolahan emas ilegal tersebut.(Dponco)

Posting Terkait