Pengunduran Diri 12 Kepsek Tuba Ditolak Disdik

fajarsumatera.co.id, MENGGALA,Pasca Mundurnya 12 Kepala Sekolah (Kepsek) dari jabatanya akibat ulah intimidasi oknum LSM dan Wartawan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulangbawang Angkat bicara.

Disdik pastikan menolak permintaan tersebut dan yakinkan jika akan memberikan Perlindungan Terhadap seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) dan Tenaga Pengajar terhadap gangguan oknum yang membuat resah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadissik Achmad Suharyo mengatakan,Kepsek dan tenaga pengajar merupakan salah satu ujung tombak yang mempunyai peran penting mencetak SDM yang Handal dan Mumpuni.

Menurutnya Mundurnya ke 12 Kepsek bukan ketidak mampuan mereka menjalankan tugas sebagai kepala sekolah,melainkan hanya luapan kekecewaan mereka akibat adanya berbagai intimidasi dari oknum lsm maupun wartawan.

“Benar ada 12 orang Kepsek yang sudah membuat peryataan mundur,semua beralasan sudah tidak nyaman karena setiap hari didatanggi oleh oknum yang mengatas namakan lsm dan wartawan,mencari-cari kesalahan,meminta sejumlah uang dengan nominal cukup besar,artinya bukan karena tidak mampu,tapi karena tidak nyaman,”beber Suharyo,saat memberikan klarifikasi dihadapan sejumlah media.Kamis 11/02.

Menurut Suharyo,permintaan mundur ke 12 Kepsek telah dibicarakan pada tingkat internal disdik,dan didapat kesimpulan semua pernyataan tersebut dikembalikan kepada masing-masing kepsek.

Sebab jika Mundurnya mereka semua (12 kepsek red) mendapatkan restu maka akan berdampak terganggunya proses belajar dan mengajar.

Apalagi ke 12 kepsek sebelumnya telah memenuhi standardisasi jabatan sehingga tidak ada alasan menyetujui permintaan tersebut.

“Mereka semua merupakan tenaga handal,dan mumpuni jika mundur tentu kami juga yang repot apalagi memang tidak ada persoalan jadi kenapa harus berhenti,”tegasnya.

Untuk itu lanjut Suharyo,pihaknya akan secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengandeng beberapa stake holder terkait.

Sehingga sambungnya diharapkan kedepan akan terjalin hubungan yang lebih harmonis antara insan pers dan Dunia Pendidikan dikabupaten tulangbawang.

“Pasti saya bereskan,ini hanya miss komuninasi segera kami selesaikan agar tidak menganggu seluruh kegiatan belajar dan mengajar,”ujarnya.

Namun sayang saat didesak siapa oknum Lsm dan Wartawan yang telah melakukan Intimidasi terhadap.para Kepsek,Suharyo enggan mengungkapkan jati diri oknum tersebut.

Ia berkilah jika diungkapkan kepublik maka dikhawatirkan akan menambah persoalan baru antara kedua belah pihak.

“Cukup kami yang tahu siapa oknumnya,kita tidak ingin membuat persoalan meruncing,anggap ini selesai terpenting mari kita bersama ciptakan Kondusifitas,untuk kemajuan Pendidikan dikabupaten tulangbawang,”pungkasnya.

Diketahui Potret Pendidikan Tulangbawang semakin Buram,Setelah tercoreng oleh perbuatan Kadisdik NS yang terindikasi Korupsi DAK 2019 sehingga ditetapkan sebagai tersangka,

Persoalan baru muncul dipermukaan,Beredar Kabar jika 12 Kepala Sekolah (Kepsek) yang rata-rata mengajar pada Sekolah Dasar (SD) Mengundurkan Diri dari jabatanya.

Mirisnya alasan mereka (kepsek red) mengundurkan diri lantaran merasa terintimidasi oleh oknum yang mengatasnakan LSM dan Wartawan.

Kebenaran Informasi diperkuat setelah fajarsumatera.co.id mendapatkan bukti fhoto peryataan salah satu Kepsek yang mengajar disalah satu SDN kecamatan Gedung Aji.

Demi pertimbangan keamanan,Nama maupun Tempat Mengajar yang bersangkutan dirahasiakan,dalam peryataan pengunduran diri kepsek yang ditanda tangani diatas materai 6 000,-

Menjelaskan dalam menjalankan tugas sebagai kepsek tidak merasa nyaman,tidak fokus,tertekan atau terintimidasi oleh pihak oknum LSM dan Wartawan yang selalu datang mencari-cari kesalahan dan selalu datang kesekolah atau kerumah pribadi tidak mengenal waktu.

Para oknum LSM maupun Oknum wartawan mengunakan mobil carteran beralasan Silaturahmi,namun tidak segan-segan meminta Sejumlah Uang dengan Nominal Cukup Besar,jika tidak diberikan dirinya mendapat Ancaman.

Kecaman disampaikan dalam group WA PWI Tuba,Ketua PWI Provinsi Lampung, Supriyadi Alfian, menghimbau agar pihak berwajib menindak tegas oknum – oknum yang mengatasnamakan wartawan yang telah melakukan tindakan meresahkan pihak sekolah di Tulangbawang.

“Saya minta aparat penengak hukum tangkap oknum yang mengaku – ngaku wartawan yang meresahkan sekolah dengan meminta uang,” ujar Ketua PWI Lampung, Supriyadi Alfian.

Ia menambahkan, PWI sudah membuat MoU dengan pihak berwajib untuk menindak oknum – oknum mengatasnamakan wartawan yang melakukan tindakan melawan hukum atau membuat keresahan masyarakat.

“Narasumber tidak boleh memberi amplop atau uang kepada wartawan. Pasal 6 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dengan jelas menyebutkan, bahwa wartawan Indonesia tidak menerima suap. Dalam penafsiran KEJ disebutkan, segala pemberian dalam bentuk uang, benda, atau fasilitas lain yang memengaruhi independensi wartawan adalah suap,”tegasnya.

Kalimat terakhirnya, organisasi PWI senantiasa akan terus berupaya untuk melakukan pembinaan kepada seluruh anggotanya agar dalam melaksanakan tugas jurnalistik wajib mengedepankan kode etik jurnalistik dan menjunjung tinggi nilai – nilai norma sosial. PWI juga akan menindak tegas bagi anggotanya yang terbukti melakukan tindakan melawan hukum dalam melaksanakan tugas jurnalistik dilapangan.
(Fs-Murni)

Posting Terkait