Pengusaha Tanggamus Ini Rudapaksa Anak di Bawah Umur

Rudapaksa

Ilustrasi. (net)

TANGGAMUS – DIDUGA akibat terkena gendam, FL (15), warga Kota Agung Barat dipaksa melayani nafsu seorang pengusaha berinisial AP.

Tidak terima masa depan anaknya dihancurkan, orangtua bersama korban melaporkan perbuatan AP ke Polda Lampung, pada Rabu (3/1/2017) sore.

FL, yang saat ini duduk di bangku kelas III Sekolah Menengah Pertama (SMP) menuturkan kronologi peristiwa yang dialaminya.

Saat dirinya disuruh oleh ayahnya membeli materai di toko milik tersangka, AP menepuk pundak korban dan menyuruhnya kembali lagi setelah mengantarkan materai pesanan ayahnya.

Baca Juga:  Bejat…Cabuli Sang Murid, Polsek Lambukibang Amankan Guru Ngaji

“Seperti dihipnotis, saya nurut saja sesudah mengantarkan materai kepada ayah, saya pun kembali ke toko. Saya diajak ke rumah di areal komplek, wilayah Kota Agung. Di bawah ancaman, saya disuruh diam tidak boleh teriak dan dipaksa buka baju dan disetubuhi oleh AP,” jelas FL.

Setelah itu, lanjut FL, dia diancam akan dipukul dan dibuat malu dengan menyebarkan peristiwa bejat itu kepada teman dan gurunya, bila menceritakan perbuatan AP kepada orang lain.

Sesampainya di rumah, korban ingin bercerita kepada orang tua, namun dirinya takut ancaman pelaku.

Baca Juga:  Polsek TKT Tangkap Kawanan Pemuda Cabul

Beberapa bulan kemudian setelah kejadian itu, AP menghubungi dan memaksa korban untuk melayani untuk yang kedua kalinya.

Korban sempat menolak, namun AP kembali mengancam dengan ancaman serupa. Tidak berdaya korban akhirnya kembali dipaksa untuk melayani nafsu bejat AP.

Perbuatan semena-mena itu pun berlanjut, untuk yang ketiga kalinya AP membawa korban ke suatu tempat dan melakukan hal serupa terhadap korban.

Setelah ketiga kalinya, korban akhirnya menceritakan apa yang dialaminya kepada orang tuanya pada akhir tahun 2017 lalu.

Baca Juga:  Rudapaksa Siswi SD, Kakek Matsuri Diamankan Polres Lampung Selatan

“Saya digituin terus, jadi saya cerita sama orang tua. Saya takut, dan ayah yang mengetahui hal itu marah dan mengajak saya untuk melaporkan perbuatan AP ke polisi,” ungkapnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Heri Sumarji, mengatakan pihaknya telah menerima laporan tesebut.

“Saat ini, korban sedang diperiksa oleh penyidik Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (RENAKTA) Reskrimum Polda Lampung. Kasusnya akan langsung diproses dan didalami,” kata Heri Sumarji saat ditemui di depan ruang pemeriksaan. (SB/CD/Js)

Rudapaksa

Posting Terkait