Pengusaha Tarub Protes Wacana Pemkab Tuba

fajarsumatera.co.id-MENGGALA,Wacana Pemkab Tulangbawang memberlakukan aturan baru,menutup berbagai bentuk pelaksanaan Pesta Pernikahan maupun Hajatan lainya pada siang hari,menuai Protes.

Kebanyakan warga menilai wacana tersebut akan berdampak terhadap keberlangsungan berbagai usaha yang dijalankan oleh masyarakat.mulai dari pedagang,tarup,dekorasi,rias hingga jasa Biduan.

Baharuddin Salah satu pengusaha tarup di mengggala,mempersilahkan Pemkab melakukan evaluasi terhadap Pesta maupun hajatan lainya,namun tidak mesti harus meniadakan Pesta siang.

Sebab,Pesta maupun hajatan lainya salah satu yang diharapkan oleh berbagai pelaku usaha karena menjadikan usaha yang dimiliki tetap dan terus bertahan ditengah himpitan ekonomi akibat covid-19.

“Saya sangat tidak setuju jika pesta siang dilarang,itukan salah satu peluang perputaran ekonomi,mulai dari pedagang,Jasa bahkan biduan bisa mendapatkan job,sekarangkan tidak ada lagi pesta malam,oke kami tarima karena masih ada kesempatan pesta siang sehingga usaha kami bisa bertahan,tetapi kalau siang juga dilarang terus bagaimana nasib kami,”tandasnya.

Dirinya mempersilahkan pemkab melakukan Evaluasi pelaksanaan pesta maupun hajatan lainya,namun jika sampai terjadi pelarangan Pemkab harus mengkaji lebih dalam Dampak negative dari kebijakan tersebut.

“Sekarang saja sudah terlihat dari segi ekonomi masyarakat pedagang semuanya sepi Alias mengeluh lihat dipasar putri agung kini sepi pembeli pedagangnya pada bangkrut,padahal baru diberlakukan tutup pesta malam hari lantas jika evaluasi ditutup siang hari malahan tambah parah kita yang punya usaha,game Over, dari mana kami mau makan,”keluhnya.

Senada dengan Baharudin,salah satu pemilik Dekorasi dan rías pengantin Amir mengaku sejak diberlakukanya larangan pesta malam,pemasukanya merosot tajam.

Sebelumnya dalam sepekan dirinya bisa mendapatkan job untuk 4 hingga 5 tempat namun sejak dilarangnya pesta malam Jobnya hanya satu tempat.

“Wah sekarang jamanya susah ekonomi merosot ga ada pemasukan mas,itupun sekarang masih ada pesta Siang,apalagi pesta sama sekali ga bisa,bagaimana usaha kami,”ujarnya.

Terpisah Rapi warga gunung mengatakan jika pemerintah berkehendak melarang Pesta Siang hendaknya jangan hanya sebatas himbauan,dan jangan terkesan tebang pilih.

Pemerintah harus cari win solution untuk orang-orang yang bergantung hidup dari mengharapkan hajatan mulai dari kecil nya yang berprofesi biduan sampai pemilik tarup harus di perhatikan keberlangsungan kehidupan keluarga yang mengantungkan dari usaha,”pintanya.

Untuk itu mereka berharap Pemkab tetap memberlakukan pelaksanaan pesta Siang,Sebab Adanya pesta menjadikan berbagai usaha warga sekitar tetap bertahan.

“Namun jika terjadi pelarangan,maka kami juga meminta agar Pemkab merobohkan Taman Jelabat,Tugu Garuda dan Sport Center,karena pada tiga tempat tersebut menjadi tempat berkerumunan,khususnya Anak-anak dan kaum Ibu-ibu,”tukasnya.

Diketahui Pemkab Tulangbawang akan Mengevakuasi Kegiatan Pesta maupun hajatan lainya yang saat ini hanya diperbolehkan dilaksanakan Siang Hari.

Pasalnya Pemkab menyakini jika Pesta pernikahan maupun berbagai bentuk hajatan menjadi salah satu tempat terjadinya penyebaran Covid-19,lantaran memicu kerumanan massa.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Tulangbawang Fatoni menjelaskan,kendati angka terkonfirmasi covid-19 pada wilayah tulangbawang tidak meningkat signifikan tetapi kewaspadaan harus terus ditingkatkan.

menurutnya Hingga januari 2021 terdapat 98 orang terkonfirmasi postif terpapar covid-19,dari jumlah tersebut 5 orang meninggal dunia,15 masih menjalani isolasi sementara 78 sudah selesai isolasi.

“Memang tidak meningkat kita masih aman dibandingkan dengan kabupaten kota lainya namun kita wajib Waspada dengan disiplin mentaati protokol kesehatan,khususnya menghindari berbagai tempat keramaian seperti pesta pernikahan maupun hajatan-hajatan lainya,”tegas Fatoni,usai menerima 3480 vaksin Covid-19.

Menurut Fatoni,sebagai upaya memutus ranttai penyebabaran Covid-19,pihaknya bersama gugus tugas telah memgadakan rapat internal guna membahas berbagai strategi terkait penekenanan sebaran covid-19.

Salah satunya lanjut Fatoni,membahas tempat pemicu kerumunan atau keramaian yakni pelaksanaan Pesta pernikahan dan berbagai bentuk pelaksnaan hajatan lainya.

“Nah kami sudah sepakat akan melakukan Evaluasi pelaksanaan Pesta,kita tahu sejak Desember Pesta tidak boleh dilaksanakan pada malam hari,hanya diperbolehkan siang itupun ada aturanya,alhamdulillah tidak ada lagi warga yang melaksanakan pesta malam semua taat aturan,tetapi tetap pelaksanaan pesta siang akan dievaluasi,”bebernya.

Sebab kata Fatoni,evaluasi terhadap pelaksanaan pesta siang,untuk lebih memaksimalkan kinerja tim gugus tugas dalam upaya memutus penyebaran Covid-19.

“Pesta adalah tempat berkumpulnya banyak orang,baik dari dalam maupun luar daerah sangat rentan menjadi tempat penyebaran,nah ini yang menjadi alasan kami kalau bisa Pesta baik malam maupun siang di tiadakan,atau dilarang,”urainya.

Kendati demikian,pelarangan Pesta siang hari Baru sebatas wacana,dan akan dibahas lebih lanjut pada rapat besar tim gugus tugas Covid-19 tulangbawang.

“Akan kita bahas lebih lanjut pada tingkat atas,jika ada kesepakatan nantinya pemerintah akan membuat payung hukum Pelarangan Pesta Siang Maupun Malam Hari,jika benar-benar kita tulangbawang ingin bebas dari sebaran covid-19,kita harus mentaati aturan dengan Disiplin Protokol Kesehatan,”pungkasnya(Fs-Murni)

Posting Terkait