Pentingnya Kesehatan Pekerja Perempuan Demi Keluarga Sehat

Foto: Ilustrasi. (Ist)

Jakarta – Para pekerja perempuan merupakan sasaran strategis dalam peningkatan kesehatan keluarga. Pekerja merupakan aset bangsa. Pekerja yang sehat dan produktif adalah modal penggerak pembangunan bangsa dan membentuk karakter bangsa agar menjadi bangsa yang berkualitas dan bangsa yang mampu bersaing.

“Peran perempuan penting dalam keluarga. Khususnya bagi pekerja perempuan harus memiliki pengetahuan tentang kesehatan dan jam kerja mereka sangat terbatas, karena dialah yang menentukan bagaimana pola konsumsi keluarga, pola pendidikan keluarga,” ujar Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, drg Kartini Rustandi, MKes di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Jumat (20/4/2018) kemarin.

Semua pekerjaan mempunyai risiko. Kalau pekerja sakit, hal ini akan menjadi bencana dan masalah bagi keluarga. Kesehatan kerja menjadi penting.

Peran pekerja khususnya bagi perempuan dalam pembangunan yang menjadi tulang punggung keluarga, ia adalah aset penggerak ekonomi. Pekerja wanita menjadi penentu lokasi pangan dan penentu budaya konsumsi di keluarga.

“Dia pendidik, dia panutan, dia perawat dan pemelihara keluarga,” ujarnya lagi seperti yang dilansir dari detik.com.

Meskipun dalam pekerja antara laki-laki dan perempuan ada istilah kesetaraan, tetapi secara kodrat, perempuan akan haid, dia akan hamil, harus menyusui dan harus mendapat perhatian. Ini merupakan kunci keluarga sehat.

“Pada masa wanita dalam usia subur perlu mendapat perhatian kesehatannya. Kemudian, pada ibu menyusui dan hamil juga, karena itu pasti akan terjadi pada pekerja perempuan. Untuk mendapatkan pekerja yang sehat, tentu sejak dia dalam masa sekolah harus sudah dipersiapkan, sejak remaja harus menjadi orang yang sehat, bahkan dari kecil, karena dialah yang akan meneruskan bangsa ini,” tambahnya.

Hak-hak pekerja perempuan seperti mendapatkan cuti haid, hamil, melahirkan, menyusui yang sesuai dengan kodratnya, harus diberikan pada saat bekerja. Kalau tidak, maka siap-siap generasi ke depan ini adalah generasi yang stunting atau kurang gizi. (net/hp)

Pekerja Perempun

Posting Terkait