Penyidikan Dugaan Korupsi Peremajaan Bibit Karet Jalan Ditempat?

Fajar Sumatera.co.id OKI.
Guna menyampaikan informasi berimbang kepada publik terkait pemberitaan sebelumnya dengan judul “Dugaan Korupsi Peremajaan Bibit Karet, Kejari OKI Lengkapi Alat Bukti”, awak media ini berusaha mencari informasi lebih lanjut dengan mendatangi Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI guna wawancara dengan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI Imlan Khairum.
Alih-alih mendapatkan informasi, Kadinbunper OKI saat hendak ditemui tidak berada ditempat, sementara Kepala Bidang yang membidangi nya Dinas Luar (DL).

Mau menemui siapa pak? tanya seorang resepsionis yang bekerja pada Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI yang tidak lama rekan kerjanya juga datang.

Kalau mau menemui Kadin sedang tidak ada ditempat, lagi keluar pak. Kalau Kabid-kabid pada DL (Dinas Luar), terangnya.

Kalau Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI apakah ada?

Ada pak, namun ibu sekretaris tidak bisa diganggu sedang “zoom metting” lain kali bar (saja) pak. jelas kedua resepsionis Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI tersebut.

Bukan saja awak media ini yang bertanya, tamu lainnya pun bertanya apakah ada kadin atau kabid yang masuk, dijawab sang resepsionis sama ketika awak media bertanya sebelumnya.
“Semua Kabid DL”?

Sebelumnya, terkait adanya dugaan korupsi terhadap kegiatan Peremajaan Bibit Karet tahun 2019 pada Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI,
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten OKI Abdi Reza Pachlewi Junus MH melalui Kasi Intel Kejari OKI Belmento SH saat diwawancarai awak media diruang kerjanya,Kamis (14/10) terkait perkembangan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi pada Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI yang dilaporkan salah satu LSM yamg bertugas di Provinsi Sumsel mengatakan, kasus dugaan korupsi yang saat ini dalam tahap penyidikan merupakan kasus limpahan dari Kejati Provinsi Sumatera Selatan ke Kejari OKI tahun 2021 ini.

Terkait adanya indikasi dugaan korupsi yang dilaporkan LSM, sejauh ini semuanya kita mintai keterangan dalam kegiatan itu “ya PPTK, rekanan maupun Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan lainnya, terang nya.

Lanjutnya, sejauh ini hasil pemeriksaan belum lengkap atau belum P21, baru tahap penyidikan.

“Saat ini kita melengkapi alat bukti guna untuk menemukan tersangka dan kerugian negara berapa dan kita tetap dalam kode etik dan menghargai asas praduga tidak bersalah”, jelasnya.

Mengenai kasus yang ditangani saat ini Kasi intel Kejari OKI mengungkapkan
“Kasus dugaan korupsi yang kita tangani saat ini merupakan kasus dugaan korupsi terhadap kegiatan peremajaan bibit karet tahun 2019, kurang lebih 200.000 bibit karet di puluhan titik” di Kab OKI (Dinas Perkebunan dan peternakan Kab OKI), mengenai inisial yang diperiksa nantilah, nanti kita ungkap kalau berkas sudah lengkap, tandasnya. (Aliaman)

Posting Terkait