Peredaran Senpi Ilegal di Mesuji Meresahkan

Ilustrasi

MESUJI-Jajaran Kepolisian dan TNI diminta berani untuk menertibkan peredaran senjata api ilegal yang sangat marak di wilayah Kabupaten Mesuji. Peredaran senjata api secara bebas di wilayah Mesuji dapat memicu sering terjadinya konflik sosial ditengah ketenangan masyarakat Mesuji.

Terlebih peristiwa yang baru-baru ini terjadi, tiga orang terluka akibat luka tembak dan ratusan mes kantor serta beberapa kendaraan roda empat terbakar pada kericuhan yang terjadi antara masyarakat Mesuji vs pengamanan PT PPA (Prima Alumga).

“Kejadian itu membuat kami jadi sangat resah. Peredaran senjata api di Mesuji yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan sudah sangat marak,” ujar Tokoh Masyarakat Agus Harahap, Rabu (2/8).

Agus berharap, Kepolisian Resort maupun TNI Mesuji jangan menutup sebelah mata, harus bisa mengusut tuntas kejadian tersebut karena khawatir kejadian serupa akan sering terulang dikemudian hari. Hal senada juga disampaukan Kholid (25) warga Kecamatan Mesuji. Ia dan masyarakat mengaku khawatir setelah mendengar ada tiga warga Mesuji yang kritis akibat ditembak. Ia mengatakan, di Mesuji sebenarnya banyak warga sipil yang memiliki senjata api secara ilegal.

“Tentu kalau menurut saya ini bahaya. Kita hidup di Mesuji pingin aman, kalau senjata api beredar di Mesuji jelas kita resah, warga menjadi resah,” ujar Kholid yang berharap banyak agar pihak Kepolisian bisa mengungkap kasus tersebut secara cepat. Apalagi ini menyangkut nyawa seseorang khususnya warga Mesuji yang mulai resah dengan peredaran maraknya senpi di kalangan warga sipil secara bebas. (L1)

Senjata Ilegal

Posting Terkait