Perempuan Pirang Dituntut 20 Tahun Penjara

Foto: ilustrasi

BANDARLAMPUNG – Lantaran perbuatannya yang nekad menjadi kurir narkoba, seorang wanita berambut pirang yang baru melahirkan dihadirkan sebagai terdakwa dalam sidang perkara narkotika yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang. Ia dituntut 20 tahun bui oleh jaksa.

Resti Amalia, ibu muda ini harus duduk di kursi pesakitan PN Tanjung Karang sebagai terdakwa dalam sidang perkara narkotika, meski ia baru saja melahirkan.

Baca Juga:  Tersangka Penyalahguna Narkoba Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tanggamus

Dirinya beserta dengan 4 terdakwa lainnya disidangkan secara bersamaan untuk mendengarkan pembacaan tuntutan yang dibacakan oleh jaksa dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh hakim ketua Yus Enidar.

Wanita 28 tahun ini disidangkan lantaran ia nekad menjadi seorang kurir narkotika jenis sabu dan ekstacy sebanyak 1 gram dan 1000 butir dengan upah yang dijanjikan sebesar Rp2,5 juta.

Baca Juga:  Polres Lampura Gelar Penyuluhan Narkoba

Warga Telukbetung ini, dalam dakwaan primernya didakwa telah melanggar pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 tentang pasal yang mengatur penalahgunaan narkotika yang dengan berat total sabu 1 gram dan pil ekstacy yang sebanyak 1.000 butir dengan tuntutan yang dibacakan untuk seluruh tedakwa yaitu kurungan penjara selama 20 tahun.

Terdakwa Resti Amalia menjadi kurir narkotika atas perintah dari terdakwa lain yang bernama Imam Gozali  yang saat ini berstatus narapidana Lapas Raja Basa Bandarlampung. Narkotika tersebut dipesan oleh teman satu selnya yang bernama Yandi Then.

Baca Juga:  Terdakwa Narkoba Nangis Minta Keringan Hukuman

Kemudian pesanan barang haram tersebut diantarkan oleh Resti kepada terdakwa Hadi Fitri dan Apriadi hingga tertangkap ketiganya oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung. (TN)

Narkoba PN Tanjung Karang Resti Amalia

Posting Terkait