Perkara Kasus Pidana Suherman Dimenangkan Polda Lampung

TANGGAMUS – Kasus pidana atas nama Suherman bin Sundoro yang disangkakan ikut serta dalam pencurian dengan kekerasan, serta melakukan gugatan Pra Peradilan kepada Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, melalui Pengadilan Negri (PN) Kelas II Kota Agung. Akhirnya dimenangkan oleh kuasa hukum Kapolda Lampung.

Kuasa Hukum Termohon (Kapolda Lampung) Advokat Yulizar Fahrilrozi Triassaputra, menerangkan, Pra Peradilan Pemohon (Suherman) dengan menyatakan penangkapan terhadap diri Pemohon oleh Termohon yang diajukan dalam Pra Peradilan ini adalah tidak sah, menyatakan penahanan terhadap diri Pemohon oleh Termohon yang diajukan dalam Pra Peradilan tidak sah, lalu menyatakan penggeledahan yang dilakukan Termohon atas diri Pemohon adalah juga tidak sah.

Selain itu, terang Yulizar, semua yang diajukan Pemohon mulai dari, mengeluarkan Pemohon dari tahanan, menghukum Termohon untuk mengembalikan barang-barang milik Pemohon, menghukum Termohon untuk membayar ganti kerugian, berupa, membayar ganti kerugian materiil karena Pemohon kehilangan sebanyak Rp6.500.000 (enam juta lima ratus ribu rupiah), membayar ganti kerugian yang tidak dapat dinilai dengan uang, sehingga dibatasi dengan diperkirakan Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah).

Lalu, memerintahkan Termohon untuk merehabilitasi nama baik Pemohon dalam sekurang-kurangnya pada 10 media televisi nasional. 10 media cetak nasional, 4 harian media cetak lokal, 6 tabloid mingguan nasional, 6 majalah nasional, 1 radio nasional dan 4 radio local, dan membebankan semua biaya perkara Praperadilan ini kepada Termohon, juga tidak sah.

“Atas petitum permohonan Pra Peradilan tersebut, kami selaku kuasa hukum Kapolda Lampung, menyatakan telah sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku (KUHAP) dengan dikuatkan pada pembuktian surat sebanyak 23 bukti surat. Pada sidang pembuktian, selain bukti surat, Termohon maupun Pemohon (Suherman) juga telah sama-sama menghadirkan saksi,” papar Yulizar, Senin (9/7).

Baca Juga:  Polda Lampung Bekuk Tiga Penjahat Beringas

Yulizar juga mengaku, sudah melakukan penggalian keterangan terhadap saksi dari Pemohon yaitu Ngadiran, yang menerangkan bahwa Suherman alias Herman Bin Sundoro (Pemohon Prinsipal) bertetangga dengan saksi.

“Dalam keseharianya, Suherman jarang menetap di kampung bahkan berbulan-bulan perginya, tidak diketahui secara jelas pekerjaannya apa bahkan saat ini anak dan istrinya pulang di Jawa Barat, terhitung lebih kurang 6 (enam) bulan,” ucapnya.

Selain penggalian keterangan saksi Ngadiran, kuasa hukum Termohon juga menggali pertanyaan pada saksi Pemohon atas nama Sumijo yang juga merupakan bertetangga sebelah rumah Suherman alias Herman Bin Sundoro. Yang menerangkan dipersidangan bahwa dalam hidup bertetangga jarang ngobrol dengan Suherman.

Bahkan, Sumijo mengaku, mengenai pekerjaannya tidak tau sampai saat ini, Istri dan anaknya 2 (dua) bulan terakhir ada di kampung sebelumnya tidak ada di kampung. Selanjutnya, saksi Pemoho, Sundoro yang merupakan ayah kandung Suherman alias Herman, menerangkan, bahwa anaknya tinggal di Sukabumi, Jawa Barat, beserta Istri dan anaknya. Anaknya berteman dengan banyak orang dan sering kerumah saat Suherman ada di rumah orang tuanya, Suherman sebelum lebaran mudik ke Lampung.

Selanjutnya pihak Termohon telah menghadirkan juga 2 (dua) orang saksi antara lain saksi atas nama Riki Nopariansyah dan Doni S. Putra, yang menerangkan sebagai berikut.

Saksi Riki Nopariansyah menerangkan, sebagai anggota Polri yang melakukan penangkapan terhadap Suherman alias Herman, dasar atau landasan dilakukannya penangkapan dan penahanan yang bersangkutan termasuk dalam daftar pencaharian orang Kepolisian Daerah Lampung.

Baca Juga:  Dir Narkoba Polda Lampung Siap Dicopot

Sehubungan adanya laporan Polisi tentang terjadinya tindak pidana pencurian dengan kekerasan pada tanggal 18 Desember 2014, Suherman, merupakan salah satu dari kawanan pelaku yang tertangkap dan masih ada beberapa DPO lain yg belum tertangkap.

Alasan hukum diterbitkannya DPO terhadap Suherman merupakan hasil pengembangan dari tertangkap pelaku sebelumnya yaitu Yuilanto Bin Bibit dan Edi Langgeng Bin RDN Efendi di tahun 2015.

Dalam teknis melakukan penangkapan mengunakan metode pengintaian mengingat Suherman selalu berpindah tempat tinggal dan rentannya bocornya informasi sehingga rencana penangkapan selalu gagal, dalam menjalani tugas saksi dilengkapi surat perintah tugas, surat perintah penangkapan dan berita acara penangkapan.

Penangkapan dapat dilakukan pada tanggal 26 Mei 2018 di kediaman rumah orang tua Suherman. Saksi lain Termohon adalah Doni S. Putra yang menerangkan telah memberikan tembusan surat perintah penangkapan.

Surat perintah penahanan beserta surat pemberitahuan hal tersebut diberitahu kepada keluarga tersangka, yang mana oleh Suherman saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung, untuk diserahkan kepadanya, mengingat keluarganya akan segera datang karena masih dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Saksi pada akhirnya bertemu dengan pihak keluarga yang dimaksudkan Suherman pada saat itu, penyerahan surat-surat tersebut dilakukan pada tanggal 26 Mei 2018. Selanjutnya sidang di tutup untuk dilanjutkan pada hari berikutnya dengan agenda kesimpulan dari masing-masing pihak.

Menurut  Yulizar, putusan Hakim Tunggal sudah tepat, berdasarkan fakta persidangan pertama sampai dengan terakhir menyimpulkan pada intinya bahwa keterangan para saksi Pemohon bersesuaian dengan bukti Termohon berupa bukti T.1. Surat DPO (Daftar Pencarian Orang) Nomor : DPO / / 75 / SUBDIT III / XI / 2017 / Ditreskrimum Tanggal 02 November 2017.

Baca Juga:  Kasus Pencabulan Anak di Tanggamus Mengambang

Dimana pasca diterbitkan daftar pencaharian orang, Suherman menghilang tidak diketahui keberadaan alias tidak menetap di kampung atau setidaknya tidak tinggal di wilayah hukum Lampung, selanjutnya bahwa sebagaimana bukti Termohon berupa bukti T.9 yaitu Surat Perintah Penangkapan Nomor : Sp. Kap / 74 / V / RES 1.8 / 2018 / tanggal 26 Mei 2018, menunjukan bersesuaian dengan tempo dari diterbitkan DPO tanggal 27 Nopember 2017, sampai dengan dilakukan penangkapan tangga 26 Mei 2018.

Mengingat dari saksi Pemohon atas nama Ngadiran menerangkan lebih kurang 6 (enam bulan) tidak tinggal dan menetap di kampung, selanjutnya bersesuaian pula dengan saksi atas nama Sumino yang menerangkan 2 (dua) bulan terakhir Suherman tinggal dan menetap di kampung yang mana pada bulan terakhir adalah bulan puasa yang mendekati lebaran yaitu bulan Mei dan Juni 2018, serta dikuatkan juga oleh keterangan saksi Sundoro, yang menerangkan Suherman beserta keluarga pulang mudik lebaran.

Untuk diketahui, Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Polisi Suntana. M.Si, menghadapi perkara permohonan Pra Peradilan Nomor : 01 / Pid.Pra / 2018 / PN.Kota Agung, di pengadilan Negeri Kota Agung.

Permohonan Pra Peradilan atas nama Suherman Bin Sundoro, tersangka pasal 365 KUHP, beralamat di Dusun Pandan Sari Selatan RT 05 RW 01 Desa Pandan Sari Selatan, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu. (*)

Polda Lampung

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan