Perkara Narkotika dan Senpi Ilegal Khairul Bakti: Kejati Lampung Ajukan Banding

Perkara Narkotika dan Senpi Ilegal Khairul Bakti: Kejati Lampung Ajukan Banding

Foto saat Khairul Bakti diamankan Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung di Perumahan Gunung Madu. Foto: Dokumen Polda Lampung

Bandar Lampung – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung mengajukan banding atas vonis majelis hakim pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang atas perkara narkotika dan kepemilikan senjata api (senpi) yang menjerat Khairul Bakti, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung.

Begitu yang tertera dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang yang dilihat Fajar Sumatera pada Sabtu (1/2/2020).

Pihak yang mengajukan banding tercatat atas nama Roosman Yusa selaku JPU pada Kejati Lampung. Pihak terbanding adalah Khairul Bakti yang notabene terdakwa. Pengajuan permohonan banding ini dilakukan Roosman Yusa pada Rabu (22/1/2020), tujuh hari setelah putusan majelis hakim yang diketuai Yus Enidar dibacakan.

Baca Juga:  Episode Baru Kasus Narkotika dan Senpi Ilegal Khairul Bakti: Jaksa Bilang Akan Ajukan Kasasi ke MA

Pada 27 Januari 2020, permohonan banding ini dilanjutkan dengan pemeriksaan berkas perkara oleh Pengadilan Tinggi Lampung atau dalam tahap inzage. Untuk hasil dari pemeriksaan berkas ini sendiri belum ditentukan kapan keluar.

Untuk diketahui, JPU menuntut Khairul Bakti dengan menyatakan bahwa terdakwa bersalah karena melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika bagi diri sendiri sesuai pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Kemudian menjatuhkan pidana penjara terhadap Khairul Bakti selama 12 bulan dengan dikurangi masa saat masih berada dalam tahanan sementara dan dengan perintah tetap ditahan.

Menyatakan barang bukti berupa dua bungkus plastik bening berisikan kristal putih saabu dengan berat netto 0,42 gram setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium BNN tersisa 0,0125 gram, dua bungkus plastik bening bekas pakai berisikan kristal putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat 0,2 gram yang habis tak tersisa setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium BNN, seperangkat alat hisap sabu atau bong setelah diperiksa, satu pucuk senjata api jenis FN No T 1251752 berikut magasin berisikan 22 butir amunisi caliber 32 dipergunakan dalam perkara Renol Manurung anak dari Jaiman Manurung.

Baca Juga:  Kejati Lampung Ringkus Buronan Penipu

Vonis untuk perkara ini justru lebih rendah dibanding tuntutan JPU. Petikan putusannya yakni menyatakan Khairul Bakti terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan pidana penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 10 bulan.

Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Memerintahkan agar terdakwa dikeluarkan dari Rumah Tahanan Negara. Memerintahkan agar terdakwa menjalani pengobatan dan perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial di Klinik Pratama BNN Provinsi Lampung setelah dikurangi dari masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dari hukuman yang dijatuhkan.

Baca Juga:  Komjak Rekomendasikan Kejati Lampung Ambil Alih Perkara Dugaan Korupsi Sekda Tanggamus

Menetapkan barang bukti berupa, dua paket kecil narkotika jenis sabu, dua plastik klip kosong, seperangkat alat hisap bong, satu pucuk senjata api jenis Pistol No.T 1251752 berikut magasin berisikan 22 butir amunisi kaliber 32.

Untuk diketahui, uraian ini merupakan produk jurnalistik dari Tim Khusus Fajar Sumatera yang menjadi bagian dari penelusuran redaksi mengenai perkara Khairul Bakti. (TIM)

Kejati Lampung Khairul Bakti Mantan DPRD Bandar Lampung Narkotika dan Senpi Ilegal

Posting Terkait