Perluasan Areal Tanam Singkong DTPHP Way Kanan Diduga Fiktif

Singkong (ist)
WAY KANAN, FS – Dinas Tanaman Pangan Holtikultura (TPH) dan Peternakan Kabupaten Way Kanan membantah tentang fiktifnya bantuan pengelolaan produksi ubi kayu melalui Perluasan Areal Tanam (PAT) ubi kayu di tahun anggaran 2016.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura (TPH) dan Peternakan Kabupaten Way Kanan Maulana, saat mengklarifikasi tentang bantuan pengelolaan produksi ubi kayu melalui Perluasan Areal Tanam (PAT) ubi kayu di tahun anggaran 2016 melalui ponsel Senin (20/3), membantah tentang fiktifnya bantuan tersebut. 
Kadis TPH dan Perternakan berkelit bahwa Surat Keputusan (SK) kelompok tani yang bantuan PAT ubi kayu yang menjadi dasar media ini melakukan penelusuran ke lapangan, merupakan SK usulan yang belum disahkan dan ditandatangani Kepala Dinas Pertanian Provinsi Lampung. 
Selanjutnya, Maulana mengarahkan agar menemui Kasi TPH dinas terkait, untuk mengambil SK perubahan usulan bantuan tersebut. Tetapi SK yang diminta ternyata tidak diberikan, dengan alasan berkasnya ada di dinas propinsi, dan harus diminta dulu disana.
“Bantuan dana tersebut itu sudah disalurkan ke rekening kelompok tani penerima bantuan. Untuk Kelompok Tani Cahaya Tani, Kampung Tanjung Ratu dan Kelompok Tani Tunas Harum Jaya, Kampung Pakuan Ratu, Kecamatan Pakuan memang tidak menerima bantuan tersebut. SK perubahan penerima bantuannya ada, yang telah disahkan Kadis Pertanian Propinsi Lampung. Temui bu Febri (Kasi TPH .red),” ucap Maulana melalui ponselnya.
Sementara itu, untuk teknis penyaluran bantuan tersebut awalnya, kata Maulana. Sebelum dana itu di salurkan dinas TPH dan peternakan kabupaten Way Kanan mengusulkan 75 kelompok untuk di verifikasi terlebih dahulu. Setelah di verifikasi ada sekitar 30 kelompok tani yang tidak bisa mendapatkan bantuan tersebut lalu di ganti dengan yang lain.
“Sedangkan untuk pelaksanaan teknis dilapangan saya juga tidak begitu tau dan permasalahan ini juga akan saya tindak lanjuti terlebih dahulu,” bantahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, untuk bantuan pengelolaan produksi ubi kayu melalui PAT ubi kayu di tahun anggaran 2016 di kabupaten Way Kanan, kelompok tani mendapatkan bantuan uang sebesar Rp 51.250.000 untuk 75 kelompok tani di kabupaten Way Kanan. Bantuan berupa uang tersebut langsung di kirim melalui rekening kelompok masing yang menerima bantuan.
Dari 75 kelompok tani tersebut, salah satu kelompok tani tidak pernah merasa mendapatkan bantuan tersebut baik berupa bantuan uang ataupun bantuan yang lainnya. Salah satu Ketua Kelompok Tani Cahaya Tani, Kampung Tanjung Ratu, kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan Jon Ely saat di konfirmasi mengatakan bahwasannya untuk bantuan tersebut kelompoknya tidak pernah merasa mendapatkan bantuan tersebut.
“Kelompok saya pernah di sampaikan oleh salah seorang di dinas tersebut akan menerima bantuan dan saya tidak tau kalau bantuan itu merupakan uang senilai tersebut,” ungkapnya.
Sedangkan Kelompok Tani Tunas Harum Jaya Sukarna, Kampung Pakuan Ratu, Kecamatan Pakuan, Kabupaten Way Kanan mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima bantuan berupa uang ke kelompok tani miliknya.
“Saya selaku ketua kelompok tani tunas harum jaya tidak pernah menerima bantuan uang dari dinas terkait. Kelompok saya hanya dikasih pupuk cair dan pupuk organik untuk tanaman ubi kayu,” ujarnya Sukarna. 
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Senin siang, Ketua Kelompok Tani Pemuka Jaya Kemad, Kampung Pakuanratu, Kecamatan Pakuanratu menyampaikan bahwa benar kelompoknya menerima bantuan tersebut. 
“Di Kampung Pakuanratu, ada lima kelompok tani yang menerima bantuan tersebut yakni kelompok tani Pendindingan, Harapan Maju, Pemuka Jaya, Tunas Harum Jaya dan Maju Lancar,” paparnya.
Kelompok Tani Pemuka Jaya menerima bantuan uang sebesar Rp 50 juta masuk ke rekening kelompok. “Setelah uang tersebut di ambil kami langsung diharuskan langsung memberikan uang tersebut kepada salah satu pegawai dinas terkait, barulah kami menerima bantuan pupuk,” ulas Kemad.
Diketahui sebelumnya, Bantuan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Way Kanan terkait pengelolaan produksi ubi kayu melalui perluasan areal tanam ubi kayu pada tahun anggaran 2016 diduga fiktif. 
Bantuan pengelolaan produksi ubi kayu melalui perluasan areal tanam di tahun anggaran 2016 di kabupaten Way Kanan, kelompok tani (poktan) mendapatkan bantuan uang Rp51,25 juta untuk 75 poktan. Bantuan berupa uang tersebut langsung dikirim melalui rekening kelompok masing-masing yang menerima bantuan.

Dari 75 poktan yang mendapatkan bantuan itu, salah satu kelompok yang terdaftar merasa tidak pernah mendapatkan bantuan, baik bantuan uang maupun yang lainnya. Salah satu Ketua Poktan Cahaya Tani Tanjungratu, Kecamatan Pakuanratu, Jon Ely mengatakan untuk bantuan tersebut kelompoknya tidak pernah merasa mendapatkan.


“Kelompok saya pernah disampaikan oleh salah seorang di dinas tersebut akan menerima bantuan dan saya tidak tahu kalau bantuan itu merupakan uang senilai tersebut,” ujar Jon.

Ketua Poktan Tunas Harum Jaya Pakuanratu, Kecamatan Pakuan, Sukarna mengatakan tidak pernah menerima bantuan berupa uang di kelompok tani miliknya. 
“Saya selaku ketua Poktan Tunas Harum Jaya tidak pernah menerima bantuan uang dari dinas terkait. Kelompok saya hanya dikasih pupuk cair dan pupuk organik untuk tanaman ubi kayu,” ujarnya.

Wakil Bupati Way Kanan, Edward Antony, saat dikonfirmasi terkait bantuan pengelolaan produksi ubi kayu melalui perluasan areal tanam ubi kayu di tahun anggaran 2016, mengatakan akan menindaklajuti permasalahan tersebut.

“Saya akan memanggil kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Way Kanan beserta jajaran terkait tentang bantuan pengelolaan produksi ubi kayu melalui perluasan areal tanam ubi kayu di tahun anggaran 2016,” kata Edward di rumah dinas, Jumat (17/3).

309 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment