Pertamina Masih Jual Premium dan Solar di Bawah Harga Pasar

Petugas berbusana pejuang kemerdekaan mengisi BBM saat memperingati Hari Pahlawan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ahmad Yani, Semarang , Jumat (10/11). Hari Pahlawan diperingatipada 10 November. (Liputan6.com/Gholib)

Jakarta – Pemerintah telah memutuskan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ‎jenis Premium dan Solar bersubsidi tidak berubah untuk periode 1 Januari sampai Maret 2018. BBM yang dijual PT Pertamina (Persero) saat ini lebih rendah dari harga pasar.

Direktur Pemasaran Pertamina, M Iskandar mengatakan, atas penetapan harga Premium penugasan di luar Jawa, Madura dan Bali Rp 6.450 per liter dan Solar Subsidi Rp 5.150 per liter, maka Pertamina menjual lebih murah dari harga pasar atau yang dibeli.

‎”Masih dijual di bawah harga pasar,” kata Iskandar, di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, seperti dilansir dari liputan6.com, Rabu (28/12/2017).

Iskandar mengungkapkan, antara harga jual Premium penugasan yang ditetapkan pemerintah saat ini dengan harga pasar ada selisih Rp 1.000 per liter‎. Sedangkan selisih harga Solar subsidi dengan harga pasar mencapai Rp 2.000 per liter.

“Delta Rp 1.000 lebih untuk Premium, Solar‎ Rp 2.000 lebih,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina ‎(Persero), Elia Massa Manik mengatakan, adanya selisih harga Premium dan Solar penetapan pemerintah dengan harga di pasar karena harga minyak dunia terus merangkak naik. Sampai November 2017, rata-rata harga minyak dunia sudah tembus US$ 50 per barel, sedangkan periode yang sama tahun lalu berada di level US$ 38 per barel.

“Kita harus bicara average, memang dia (minyak dunia) naik. Nanti kita lihat tiga bulan, apakah ini turun atau tidak. Jadi kalau kita lihat sampai November itu harga crude rata-rata US$ 50 per barel, tahun lalu US$ 38 per barel,”‎ tutup Elia. (net/hp)

Harga BBM Belum Naik

Posting Terkait