Pertamina: Premium Sudah Tak Layak Pakai

JOGJAKARTA—PT. Pertamina mengajak masyarakat untuk beralih dari kebiasaan memakai BBM jenis premium. Pasalnya BBM berkadar RON 88 ini bisa merusak mesin kendaraan serta tak ramah lingkungan.

“Kami mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan BBM yang berkualitas seperti pertalite, pertamax, solar dex hingga pertamax dex,” kata Manager External Communication PT. Pertamina, Arya Dwi Paramita.

Ia menjelaskan, kandungan sulfur yang terdapat pada premium bisa merusak kadar kualitas udara jangka panjang (polusi udara) yang akan memberi dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.

“Pemakaian premiun Ron 88 juga bisa memperpendek masa kehatanan mesin kendaraan bermotor. Dengan menggunakan BBM berkualitas justru lebih irit,” ujarnya.

Menurut dia, bila dibandingkan dengan negara lain, standar minimal BBM yang digunakan yaitu RON 91 sedangkan untuk BBM RON 88 sudah tidak digunakan lagi untuk kendaraan.

Jika kendaraan pribadi menggunaan BBM kualitas rendah (premium), efek ketahanan mesinnya dipastikan akan cepat bermasalah, maka itu dihimbau agar masyarakat untuk beralih dengan BBM yang lebih berkualitas.

BBM jenis Premium RON 88 selain kualitasnya dan dampaknya kurang baik. Apalagi sesuai Perpres 191/2014, premium sudah tidak disubsidi lagi oleh pemerintah.

Upaya untuk menciptakan kultur masyarakat beralih menggunakan BBM berkualitas, hal tersebut sekarang menjadi tugas besar PT Pertamina (Persero) Tbk, karena banyak masyarakat belum mengetahui bahwa BBM jenis premium sudah tidak disubsidi lagi oleh pemerintah sejak Perpres tersebut dikeluarkan.

Sejak munculnya Perpres 191/2014 Premium sudah tidak lagi disubsidi pemerintah. Premium dalam Perpres tersebut sudah ditetapkan sebagai BBM Khusus Penugasan yang tidak lagi mendapat subsidi dari Pemerintah.

“Posisi Pertamina sebagai perusahaan energi yang diberi tugas sebagai operator, tentunya mengacu kepada penugasan dan volume distribusinya ditetapkan oleh Perpres,” kata Dwi.(IH)

Premium Tak Layak Pakai

Posting Terkait