PERTAMINA: Tiap Akhir Tahun Pasti Terjadi Kelangkaan LPG 3Kg

elpiji 3 kg. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Beberapa minggu terakhir masyarakat mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi. Di beberapa daerah bahkan gas dengan tabung berwarna hijau melon tersebut dijual dengan harga selangit.

Baca Juga: Orang Kaya Diminta Tak Gunakan LPG 3 Kg

Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero), Muchamad Iskandar, mengatakan kelangkaan gas tersebut merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi di akhir tahun. Dia menegaskan pasokan gas ke pelanggan cukup dan tidak ada penurunan produksi.

Selain itu, kelangkaan terhadap gas 3 kg juga ditengarai oleh penggunaan yang pihak tidak berhak. “Hal ini diperkuat dengan adanya temuan di lapangan bahwa elpiji 3 Kg bersubsidi digunakan oleh pengusaha rumah makan, laundry, genset, dan rumah tangga mampu,” ujar Iskandar, seperti yang dilansir dari merdeka.com di Kantornya, Jakarta (8/12).

Iskandar mengatakan pihaknya bersama himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) melakukan upaya pengamanan ketersediaan elpiji 3 Kg bersubsidi pada periode awal Desember 2017.

Upaya tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasokan elpiji 3 Kg bersubsidi di masyarakat dengan melakukan pemeriksaan lapangan, operasi pasar, dan penambahan pasokan di sejumlah titik yang diduga terjadi kelangkaan.

“Menjawab kondisi tersebut, Pertamina memastikan bahwa ketahanan stok nasional elpiji berada pada kondisi aman yaitu 18,9 hari di atas stok minimal 11 hari,” jelasnya.

Sebagai informasi,berdasarkan data penyaluran harian elpiji 3 Kg bersubsidi, hingga akhir November 2017, realisasi penyaluran elpiji 3 Kg bersubsidi telah mencapai 5,750 juta Matrix Ton (MT) atau 93 persen dari kuota yang ditetapkan pada APBN-P 2017 sebesar 6,199 juta MT. Sampai dengan akhir Desember 2017, penyaluran elpiji 3 kg bersubsidi diperkirakan akan melebihi kuota sekitar 1,6 persen di atas kuota APBN-P 2017 tersebut. (net)

1,037 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment