Pesan Berakhirnya Perang

Proyek Seni Iwan Ismael di Galeri Depan, Rumah Proses milik Rudi ST Darma , Bandung.

BANDUNG – Pameran ‘Studioku di Galerimu’ sebuah Proyek Seni Iwan Ismael di Galeri Depan, Rumah Proses milik Rudi ST Darma yang akan dibuka pada hari Sabtu, 25 Agustus 2018 pukul 19.30 WIB di jalan Mutumanikam, 47. Buahbatu, Bandung. Pameran berlangsung sampai tanggal 9 September 2018.

Lebih dari 50 karya stencil karya Iwan Ismael yang lengket di dinding-dinding dibeberapa kota Indonesia dipertemukan dalam sebuah ruang Galeri Depan, Rumah Proses dengan berbagai ukuran. Dalam merepresentasikan karyanya Iwan menyemprot ulang karya stencilnya di dinding Galeri dan sebagaian di neon box.

Baca Juga:  Putri Chairil Anwar Buka Pameran Seni Rupa Preeet

Pameran Proyek Seni ini merupakan rangkaian dari hajatan Bandung Connex Art Mont 2018 yang di gelar bulan Juli-Agustus. Selain karya stencil juga Proyek Seni Iwan berupa Tungku Bromvit dimana ampas kopi yang sudah diseduh digunakan sebagai bahan bakar memasak kopi, dan satu lagi adalah kaplampu dari bambu. Semua itu memiliki hubungan dalam proyek seni Iwan.

Iwan Ismael mengaku kalau pameran tunggal karya stencil ini yang pertama dalam hidupnya, namun kalau pameran lukis sudah beberapakali. Pigur-pigur yang menjadi objeknya memiliki hubungan secara emosional, tidak serta merta objek yang dijadikan stencil tersebut menjadi karya yang bisa direpresentasikan.

Baca Juga:  Personal Effect: ‘Kau Memang Berbeda, Aku Juga’

“Setiap pigur dalam karya yang dijadikan objek itu pernah bertemu dan berdialog, mereka masyarakat biasa, orang-orang urban. Bukan orang-orang terkenal, tapi ada beberapa pigur tokoh yang monumental dan pigur idola masyarakat,” kata Iwan.

Rudi ST Darma sendiri cukup antusias dengan pameran ini karena bisa menampilkan karya Iwan Ismael secara utuh meskipun hanya sebagian, selain itu pameran ini memiliki pesan moral kuat mengenai bangsa Indonesia.

“Pameran ini adalah pameran yang istimewa makanya ditempatkan di Galeri Depan. Pigur-pigur yang melekat di dinding itu orang biasa yang kemudian akan dikenal dan bisa jadi terkenal. Tidak perlu banyak cerita, gambar itu akan bercerita sendiri. Namun riwayat mereka tetap milik senimannya dan dinding ini menjadi sangat berharga,” ungkapnya.

Baca Juga:  Personal Effect: ‘Kau Memang Berbeda, Aku Juga’

Pesan damai dengan alam dan mahluknya tercermin dari kopi yang akan dihidangkan dengan mengggunakan tungku bromvit sebagai alat pemanasnya dan sampah ampas kopi daur ulang bahan bakarnya. Sementara stencil pigur Kim Jong Un dengan Moon Jae In bersalaman itu sebagai pesan berakhirnya perang dan pigur Najwa Sihab stencilan yang disemprot warna abu-abu di dinding seperti sedang menceritakan semua pertitiwa itu. (Jajang R Kawentar)

Iwan Ismael Seni Rupa

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan