Petani Gropyokan Hama Tikus

Ilustrasi (Ist)

PANARAGAN—Menghadapi musim tanam padi kedua tahun ini, sejumlah petani di Tiyuh Kecamatan Tumijajar, kabupaten Tulang Bawang Barat khawatir denganancaman serangan hama tikus yang bisa merusak tanaman padi bahkan mengancam gagal panen.

Salah satu petani setempat, Ratman bilang, upaya antisipasi serangan hama tikus terus dilakukan.  Diantaranya, dengan memberikan obat pada setiap lubang tikus yang ada di pematang sawah maupun di tempat-tempat lain yang menjadi sarang tikus.

“Untuk pemberantasan tikus saya pakai obat tikus saja, dan kita lakukan gropyokan bersama-sama”, kata Ratman, Senin (19/6).

Baca Juga:  Pemain Asing di Industri Digital Harus Dibatasi

Lahan yang dimiliki seluas kurang lebih 1/2 hektare. Dengan usia tanaman padi telah memasuki dua bulan lebih, jadi perlu adanya pengawasan dalam setiap waktunya. Sehingga, sewaktu ada serangan tikus cepat diketahui.

“Saya ketar-ketir serangan hama tikus kalau sudah menyerang semalam saja satu hektar tanaman padi bisa ludes, apalagi sudah mulai ada tanda-tanda penyerangan ditanaman petani lainnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pemberantasan bersama untuk antisipasi penyebaran hama tikus akan segera dilakukan.

Baca Juga:  Pesawaran Kembangkan Produk Kerajinan

“Memang kalau tidak diantisipasi sebelumnya serangan hama tikus bisa membuat petani hancur,” pungkasnya.

Sementara Anggota Komisi B DPRD Tulang Bawang Barat, meminta pihak dinas pertanian segera melakukan tindakan antisipasi serangan hama tikus.

“Saya minta kepada petugas PPL yang merupakan  perpanjangan dinas pertanian, untuk turun lapangan, jangan sampai serangan hama tikus meraja lelela,” pintanya.

Petani yang ada di Tulang Bawang Barat diminta agar selalu melakukan inovasi dalam bercocok tanam. Misalnya dengan memilih benih yang memiliki varietas baik dan bermutu tinggi, agar tahan hama dan penyakit.

Baca Juga:  TDM Tanamkan Safety Riding Sejak Dini

“Petani saya berharap para petani harus cerdas, baik dalam penanganan olah lahan pertanian, pemilihan benih unggul serta bervarietas tahan hama dan penyakit, selain itu juga perlunya penanganan pasca panen yang efisien, agar swasembada beras daerah ini bisa terwujud,” harapnya.(GS)

221 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan