Petani Singkong Antusias Tanam Tebu

Ilustrasi. (Ist)

PANARAGAN—Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) sedang gencar melaksanakan program swasembada gula dengan mendorong produksi di berbagai daerah. Kementan optimistis bisa mengejar target swasembaga gula konsumsi pada 2019.

Program ini turut mendorong minat petani di Tulangbawang Barat untuk menanam tebu. Para petani yang sebelumnya mayoritas menanam singkong tersebut berharap harga jual tebu lebih menjanjikan ketimbang harga singkong yang tak kunjung naik.

Baca Juga:  Menteri Pertanian Harus Tegur Afnan Malay

”Minat petani Tulangbawang Barat pada budidaya tebu sangat tinggi. Mereka lebih memilih tanam tebu daripada menanam singkong. Salah satu yang menjadi pemicu antusiasme menanam tebu adalah pencanangan program swasembada gula oleh pemerintah,” kata Ketua DPD Nasdem Tubaba, Joko Kuncoro, Minggu(29/10).

Ia menyebutkan, saat ini lahan tebu di kecamatan Gunung Terang dan sekitarnya berkisar 600 hektare. Luasan lahan ini ditargetkan berkembang menjadi 5000 hektare sebagai upaya mendukung program swasembada gula nasional.

Baca Juga:  Menteri Pertanian Harus Tegur Afnan Malay

Selama ini petani tebu rata-rata mendapatkan Rp30,5 juta per hektare. Dana itu untuk membiayai selama musim tanam seperti pengolahan tanah, biaya garap, biaya pupuk, pembasmi hama, bibit, hingga tebang angkut.

“Setiap musim tebu kurang lebih menghasilkan 100 ton tebu per hektare. Bila harga tebu sedang bagus, tebunya bisa dihargai Rp 500 ribu per ton hasilnya Rp50 juta per tahun,” ujarnya.

Baca Juga:  Menteri Pertanian Harus Tegur Afnan Malay

Produksi tebu minimal mencapai 70 ton per hektare dan dalam satu kali tanam dapat dipanen hingga empat kali dengan usia panen rata-rata 10 bulan. Artinya, petani bisa menghasilkan setidaknya Rp21 juta per hektare.(GS)

133 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Petani Singkong Tanam Tebu

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan