Peternak Jangkrik Kebanjiran Order

Eti Rahyuni | Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Budidaya jangkrik menjadi salah satu bisnis yang sangat menguntungkan baik sebagai usaha sampingan maupun usaha berskala besar.

Budidaya jangkrik juga dinilai sebagai usaha yang mudah dilakukan tanpa modal yang besar, keuntungan yang diperoleh pun cukup lumayan.

Serangga berkaki empat ini dibudidayakan dalam kotak dari bahan kayu yang dilapisi kardus serta diberi pasir sejak berbentuk telur hingga pembesaran dan siap dipanen.

Tingginya permintaan dari konsumen, terutama para pecinta burung maupun pemancing membuat jangkrik ramai diburu.

Seorang peternak jangkrik, Hadi Kurniawan, warga Gang Bungur, Kedaton, Kota Bandarlampung, mengaku mulai beternak jangkrik sejak tahun 2015.

“Awalnya hanya coba-coba dengan memulai usaha ternak jangkrik dengan peralatan seadanya. Makanan untuk jangkrik pun mudah di dapat yaitu sayuran seperti bayam, kangkung, taichin dan pisang serta kelapa,” jelas Hadi, Rabu (22/1).

Kata dia, budidaya jangkrik mudah dilakukan mengingat waktu yang dibutuhkan untuk produksi telur yang akan diperdagangkan hanya memerlukan waktu kurang lebih 2 minggu.

Sedangkan produksi jangkrik untuk pakan ikan dan burung hanya memerlukan waktu kurang lebih 4 minggu.

Waktu panen jangkrik ini pun tidak memakan waktu lama, dengan modal yang tak cukup besar, hanya saja dibutuhkan ketelatenan.

Harga jual telur jangkrik dan jangkrik pun berbeda.

“Telurnya lebih mahal dibandingkan jangkrik. Harga 1 kg jangkrik Rp50 ribu, sedangkan telurnya harganya Rp200 ribu,” tukas dia.(ETI/NUN)

Budidaya Jangkrik Jangkrik Peternak Jangkrik

Posting Terkait