Pintu Masuk Gerbang Pemkab Pesawaran Rawan Kecelakaan

Pesawaran (FS)- Meskipun dalam kondisi Pandemi Covid-19, namun tidak membatasi pemerintah daerah bersemangat dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok pelosok desa, justru masih terdapat infrastruktur di “depan mata” yang kondisinya rusak, berlubang dan membahayakan pengguna jalan sehingga menjadi keluhkan warga, lantaran tidak adanya perbaikan sehingga kerap kali menyebabkan kecelakaan, bahkan mengakibatkan jatuh korban.

Capt : Pertigaan tepat gerbang masuk perkantoran Pemkab pesawaran selain rusak dan berlubang di lokasi ini kerap terjadi kecelakaan.(foto enal)

Seperti, salah satu ruas jalan penghubung antar kecamatan dari Kecamatan Gedung Tataan menuju Kecamatan Way Lima dan Kedondong. Warga terpaksa harus melalui jalan Raya Kedondong di depan Komplek perkantoran Pemkab Pesawaran yang kondisi jalannya rusak berlubang dan membahayakan pengguna jalan.
Pantauan diruas jalan kabupaten ini, situasi lalulintas yang melalui badan jalan beraspal hotmix dengan lebar jalan kurang lebih empat meter ini, merupakan akses utama dan setiap harinya ramai lalu lalang pengendara, serta akses utama gerbang masuk pegawai pemkab pesawaran.

Menurut, salah satu warga Desa Bagelen, Kolbi mengatakan, dengan kondisi kerusakan aspal jalan di depan kantor Bupati Pesawaran serta sejumlah lubang menganga yang cukup dalam, menjadi akses menuju komplek perkantoran Pemkab Pesawaran maupun menuju dua kecamatan tersebut sudah sering menyebabkan kecelakaan.

“ Warga yang melintasi dijalan ini harus ektra hati-hati, terlebih saat malam hari dan saat musim hujan. Air hujan menggenangi lubang aspal tersebut tidak akan terlihat dari jarak jauh. Selain jatuh terjerembab kelubang aspal yang menganga, pengendara kerap kehilangan kendali sehingga pengendara jatuh ke badan jalan,”himbaunya, kepada “fajarsumatra.co.id, dilokasi, Rabu (29/7/2020)

Masih kata Kolbi, kondisi jalan tersebut sangat merugikan warga yang melintas. Kendati kondisi jalan rusak dan berlubang tersebut sudah belasan kali kerap terjadi kecelakaan, namun sampai saat ini belum ada perbaikan.

“Wah sudah berulang kali. Sudah banyak korbanya, mas. Seperti kemarin, pada Selasa siang, tanggal 28 Juli 2020 terjadi kecelakaan di dijalan tersesebut, seorang pengendara motor metik terperosok menghindari jalan rusak berlubang mengakibatkan korban luka. Untung saja tidak terjadi kecelakaan tunggal, terserempet atau ditabrak kendaraan lain saat menghindari jalan rusak berlubang tersebut,”terang pria 2 anak ini.

Padahal, lanjutnya, jalan ini salah satu akses jalan yang banyak digunakan oleh masyarakat dan peserta didik menuju komplek instansi pemerintahan dan dua kecamatan. Sudah sekitar dua bulan ini rusak dan tidak ada perbaikan,”ungkapnya.

Ia menambahkan, sebenarnya kerusakan jalan tersebut, sering kali diberitakan media lalu diperbaiki, namun kini rusak kembali dan sampai saat ini belum ada perbaikan sama sekali.

Dijelaskan Kolbi, Meskipun jalan ini bukan wewenang Pemkab Pesawaran, meskipun jalan rusak ini statusnya milik PUPR Provinsi Lampung bukan milik Pemkab Pesawaran, namun jalan ini berada di Pesawaran dan dimanfaatkan dan dinikmati oleh masyarakat Pesawaran termasuk pegawai pemerintahan daerah.

“Kondisi jalan di depan Kantor Pemkab Pesawaran dibilang masuk jalan Provinsi, pembiayaan pun tanggung jawab Provinsi. Seharusnya pemkab berfikir secara bijaksana dalam hal ini. Sebab, masyarakat Pesawaran tidak memikirkan jalan itu milik siapa, yang mereka tahu jalan tersebut ada di daerahnya dan dimanfaatkan oleh masyarakat, bukan menambah penderitaan masyarakat,”jelasnya.

Sementara itu, Basari salah satu warga Way Lima, yang tiap harinya melintasi jalan tersebut mengatakan, dengan kondisi jalan rusak tersebut ditambah minim penerangan jika malam hari, kerap terjadi kecelakaan kendaraan bermotor yang terperosok ke lubang karena gelap.

“Sering terjadi kecelakaan karena banyak lubang-lubang dengan air menggenang. Apalagi ditambah minim penerangan di malam hari, makin menambah kerawanan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Basari dan warga mengharapkan Pemerintah daerah maupun Provinsi Lampung bisa merespon dan memperbaiki jalan akses utama masyarkat itu.

“Kepada Pemkab Pesawaran, khususnya Pak Bupati, kami ingin jalan akses kami diperbaiki. Supaya kami bisa dengan lancar melakukan aktivitas,”pungkasnya. (DP/Nal)

Posting Terkait