Pipa Rokok Frans Agung Ternyata Imitasi Bukan Gading Gajah

Bandarlampung,- Terkait dengan pemberitaan media beberapa hari yang lalu menyampaikan informasi kepemilikan pipa gading gajah oleh salah satu anggota DPR RI, Frans Agung MP. Melalui tenaga ahlinya Hani Faris, memberikan hak jawab jika pipa rokok tersebut hanya imitasi menyerupai gading gajah.

“Pipa rokok yang dipegang Bung Frans itu bukan terbuat dari gading tetapi hanya imitasinya saja. Jadi berita yang beredar dan tuduhan beberapa LSM itu jelas tidak berdasar dan mengada-ada tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu. Mereka hanya melihat dari foto saja, langsung membuat kesimpulan,” bantah Hani Faris saat dihubungi,” Minggu (24/6/2017).

Hani Faris yang biasa disapa Farhad ini menceritakan beberapa hari yang lalu setelah berbuka puasa, seorang pedagang pipa rokok keliling datang ke rumah Bung Frans menawarkan dagangannya.

“Kebetulan saat itu ada Bung Frans yang baru selesai berbuka puasa. Tempat kejadian berada di halaman belakang rumah beliau yang saat itu gerbangnya memang sedang terbuka. Tidak ingin mengecewakan si pedagang, Bung Frans kemudian mengambil sebuah pipa rokok berukuran besar. Beliau kemudian berniat mencobanya dengan menyulut sebatang rokok. Saat itulah salah satu rekan beliau kemudian mengabadikan momen tersebut,” terangnya.

Karena tidak terbiasa merokok menggunakan pipa, menurut Frans justru terasa kurang nikmat. Akhirnya Frans kemudian membatalkan untuk membeli pipa rokok yang ditawarkan seharga Rp400 ribu tersebut.

“Nah kami tidak tahu kalau kemudian foto tersebut ternyata diapload dan dibagikan ke Medsos oleh rekan Bung Frans yang mengambil gambar tersebut. Tetapi betapa kagetnya tiba-tiba karena foto tersebut, muncul pemberitaan jika sekelompok LSM menuduh beliau memiliki gading gajah dan melanggar UU Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem,” bebernya.

Anehnya tuduhan yang dilontarkan beberapa LSM dan diberitakan banyak media itu tanpa sedikitpun ada cek and ricek serta kroscek, guna mencari kebenaran informasi sebagai upaya perimbangan berita.

“Jelas kami kecewa karena pemberitaan ini fitnah tanpa ada bukti yang jelas. Kami menduga isu ini sengaja dilontarkan dan sarat muatan politik. Sebab kita ketahui saat ini menjelang pilkada dan Bung Frans merupakan salah satu kandidat bakal calon wakil gubernur. Dugaan ini sangat berdasar karena pentolan salah satu penggiat LSM tersebut kami identifikasi merupakan kader salah satu partai,” ungkapnya.

Dirinya juga menghimbau agar awak media dalam memuat berita dapat mengikuti kaidah jurnalistik, serta memegang teguh kode etik jurnalistik. Sehingga berita isu miring (sumir) yang berpotensi fitnah serta pencemaran nama baik seperti ini tidak serta merta dimuat tanpa ada konfirmasi.

“Seharusnya rekan-rekan media melakukan konfirmasi ke kami terlebih dahulu, sehingga pemberitaannya berimbang dan tidak berkembang menjadi fitnah. Nah kalau pemberitaan yang beredar seperti ini tentu sama saja halnya pembunuhan karakter,” tegasnya.

Kendati dirugikan, pria berkacamata itu mengatakan pihaknya belum akan melakukan langkah hukum apapun.

“Kami masih pelajari, apakah fitnah yang dilontarkan rekan-rekan LSM itu akan kami proses hukum atau tidak. Sebab beliau saat ini masih dalam rangka merayakan Idul Fitri,” tutupnya.

Sebelumnya marak pemberitaan, Jaringan Kelola Ekosistem Lampung (JKEL) gabungan 7 LSM diantaranya Watala, YMHI, YFMI, LK21, Korut, Alas dan Mepel yang dikomandoi Almuhery Ali Paksi, mengkritik anggota DPR RI Frans Agung yang berpose dengan sebatang pipa rokok diduga kuat terbuat dari gading gajah.

“Barang itu enggak sembarangan, apalagi dalam situasi politik begini, orang umum-pun enggak setuju dia punya barang seperti itu. Ini jelas melanggar UU Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem,” kata Almuhery Ali Paksi melalui rilis media, Jum’at (23/06). (Rilis)

Posting Terkait