PK Khamami: Pengacara Ajukan Novum Baru. KPK Harap Jangan Ada Lagi Vonis Koruptor yang Dipotong MA

Khamami.

Fajar Sumatera – Khamami dan Taufik Hidayat, terpidana kasus korupsi yang perkaranya ditangani oleh KPK melakukan pengajuan Peninjauan Kembali [PK]. Proses PK ini kemudian digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang.

Kedua orang ini adalah kakak beradik. Khamami adalah mantan Bupati Mesuji. Taufik adalah adiknya. Mereka berdua berada dalam kasus yang sama.

Kamis, 22 Oktober 2020, sidang PK berlangsung dan dipimpin oleh hakim bernama Efiyanto.

Pengacara Khamami dan Taufik Hidayat mengklaim bahwa dasar pengajuan PK itu dilatarbelakangi pada tiga hal yang diklaim sebagai novum. Klaim ini kemudian mengharuskan pengacara melakukan konferensi pers di Rumah Makan Begadang dengan mengundang pewarta.

Pertama:

“Kami ajukan novum pertama bahwa surat keterangan dari Hendri Sofian yang mengatakan, dia mengelola usaha khamami bersama Taufik Hidayat. Artinya pembayaran untuk kepentingan Khamami ini, bukan dari proyek-proyek tapi dari usaha toko maupun gudang yang dikelola Khamami,” ungkap Mansyuri Abdullah.

Baca Juga:  Apakah Korupsi Mustafa Masuk ke Dalam 36 Perkara yang Dihentikan KPK?

Kedua:

Ada bukti baru berupa delapan surat perintah kerja (SPK) pekerjaan, yang dilakukan Taufik Hidayat total nilainya Rp15 miliar. Namun diputusan hakim menyatakan bahwa Taufik ini, mengerjakan paket nilainya Rp35 miliar. Sementara diputusan paket yang dikerjakan Taufik ini keuntungannya untuk Khamami. Untuk membantah ini, kami ajukan bahwa paket Taufik tidak sampai Rp35 miliar.

Ketiga:

“Kami juga mengajukan keterangan ahli pidana sebagai novum. Keterangan ini juga ada yang bentuk tertulis, di samping waktu persidangan. Ahli pidana ini menyampaikan pandangan-pandangan, mengenai pembuktian yang diterapkan dalam proses perkara tindak perkara,” ujar Mansyuri. Ahli pidana yang dimaksud adalah Eddy Rifai.

Baca Juga:  KPK Cium Suap Fee Proyek PUPR Lamsel Mengalir Untuk 3 Kegiatan Parpol

Taufik Hidayat, adik dari mantan Bupati Mesuji Khamami mengenakan rompi KPK. Foto: Istimewa

Nah, ketiga hal di atas dinilai KPK bukan masuk dalam kategori novum. Jaksa KPK Hendra Saputra mengatakan, ”menurut kami dalam perkara terpidana Khamami ini tak ada novum baru, kami tetap mengarah ke fakta-fakta sebelumnya,” katanya.

Ia menyatakan bahwa posisi KPK berada pada apa yang telah diputuskan oleh hakim –yang mana putusan itu didasarkan pada apa isi dakwaan KPK dalam proses persidangan.

“Dan tentunya fakta-fakta yang sebelumnya bisa menguatkan, maka di kesimpulan kami sudah uraikan, bahwa kami tetap dengan fakta yang terdahulu,” ujarnya.

Baca Juga:  KPK Diminta Dorong Aparat Hukum Tuntaskan Kasus Mangkrak di Lampung

Hendra berharap MA dapat menguatkan hasil putusan Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang. “Harapan kami MA menguatkan kesimpulan kami. Seperti apa nilainya, biar hakim MA yang menilai, kami serahkan [kepada hakim MA],” singkatnya.

Apa yang menjadi harapan Hendra Saputra ini bukan hal baru. Sebenarnya jauh-jauh hari, KPK secara tegas telah melakukan sorotan pada setiap putusan PK para koruptor yang diputuskan oleh MA. Pada beberapa putusan, MA memang melakukan pemotongan masa tahanan. [Baca ulasannya di sini: kritik KPK kepada MA soal pemotongan vonis koruptor yang mengajukan PK]

 PK Khamami: Pengacara Ajukan Novum Baru. KPK Harap Jangan Ada Lagi Vonis Koruptor yang Dipotong MA

Eddy Rifai, Firdaus Pranata Barus dan Mansyuri Abdullah [kiri ke kanan] konferensi pers di Rumah Makan Begadang. Foto: Istimewa.

Hakim Efiyanto memerlukan dua minggu untuk mencermati apa yang telah disampaikan oleh KPK dan lawyer. ”Setelah pemeriksaan, MA yang akan putuskan,” tutur Efiyanto.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Khamami KPK Mesuji Peninjauan Kembali PN Tipikor Tanjungkarang Taufik Hidayat

Posting Terkait