PLN Pastikan Tetap Terangi Pulau Komodo

Listrik Pulau Komodo ditopang Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan kapasitas 205 kilo Watt (kW). (Foto: Istimewa)

Meski biaya yang dikeluarkan jauh lebih mahal ketimbang pendapatan dari iuran pelanggannya, PT PLN (Persero) memastikan tetap mengaliri listrik di wilayah terpencil, salah satunya di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti yang dilansir dari liputan6.com, General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur ( NTT ) Christyono mengatakan, sulitnya akses menyebabkan biaya pokok produksi di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Komodo juga relatif tinggi, yakni per 1 kilo Watt per hour (kWh) sebesar Rp 3.655,09.

Sementara warga tetap membayar dengan harga kwh sesuai tarif listrik yang berlaku sekitar Rp1.467,28 per kWh. Ini sesuai tarif penyesuaian terakhir yang ditetapkan Pemerintah.

Baca Juga:  Sri Mulyani Ingatkan Agar Para Pengusaha Tidak Takut Dengan Otoritas Pajak

‎Christyono melanjutkan, jarak antar rumah warga juga menyebabkan biaya penyambungan yang ditanggung PLN cukup tinggi. Nilainya per satu rumah sebesar Rp 2,8 juta per pelanggan untuk biaya Investasi Jaringan Menengah (JTM), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dan Sambungan Rumah tangga. Total Biaya investasi jaringan mencapai Rp 290 juta sedangkan pembangunan pembangkit Rp 1,95 miliar.

“Meski biaya penyambungan yang dikeluarkan PLN tinggi namun warga tetap membayar dengan biaya penyambungan nasional atau sesuai dengan yang ditetapkan PLN Pusat, tidak ada biaya tambahan”‎ kata dia di Pulau Komodo, NTT, Kamis (29/3/2018).

Baca Juga:  Presiden Jokowi Buka Pendidikan Kader Ulama MUI

Perjuangan Menerangi Pulau Komodo

Menurut Christyono, ‎menerangi hingga pelosok negeri, telah menjadi komitmen PLN yang salah satunya diwujudkan dengan menerangi pulau-pulau di Nusantara seperti Pulau Komodo yang telah menikmati listrik sejak 30 Januari 2017.

Listrik Pulau Komodo ditopang Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan kapasitas 205 kilo Watt (kW), PLTD yang dioperasikan PLN sejak 2017 lalu itu berhasil menerangi hingga 288 rumah penduduk.

Di kompleks PLTD, ada tiga mesin diesel. Digawangi oleh 5 orang pegawai yang bertugas untuk memastikan sehingga aliran listrik berjalan dengan baik hingga ke rumah warga.

Dalam satu buln PLTD ini menghabiskan sekitar 3,6 ton Solar yang dikirim secara berantai lewat darat dari Depo Reo-Ruteng-Labuan Bajo dan dilanjutkan via kapal laut, diangkut dengan drum-drum 200 liter dan dibawa ke PLTD secara manual.

Baca Juga:  Pesawaran Dukung Infrastruktur Sutet

Christyono menambahkan tantangan terbesar dalam melistriki Pulau Komodo adalah lokasi kepulauan yang berjarak sekitar 50 km dari daratan Labuan, dengan fasilitas kapal dan dermaga seadanya.

Hal ini terkait dengan pasokan bahan bakar untuk PLTD yang dibawa menggunakan drum dalam kapal yang kemudian diangkut kembali ke PLTD secara manual.

“Satu drum bisa menampung 200 liter solar. Saat drum-drum ini datang, petugas PLTD harus mendorongnya dari bibir pantai ke PLTD secara manual sekitar 300 meter,” dia menandaskan.

(net/hp)

510 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

PLN Pulau Komodo

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan