PN Kalianda Tolak Gugatan Sengketa Tanah Harun Syarif

KALIANDA – Pengadilan Negeri (PN) Kalianda Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) kelas IIB Memenangkan Pihak Tergugat II (Firly Said) atas gugatan yang dilayangkan oleh pihak penggugat (Harun Syarif) atas obyek tanah seluas 15.000 M2 di umbul tuha Desa Gedung Harapan, Kecamatan Jati Agung, kamis (14/21).

Mengadili dalam gugatan menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya.
Dalam pokok perkara, mengabulkan eksepsi Tergugat II untuk seluruhnya. “kata Ketua Majelis Deka Diana, saat membacakan amar putusan.

Pasalnya, pada saat Ketua Majelis, Deka Diana, saat membacakan amar putusan.
Atas penolakan tersebut sesuai dengan pasal 129 Rbg.

” maka penggugat harus dihukum untuk membayar perkara yang timbul atas perkara ini, “ucapnya.

Selesai persidangan tim Kuasa Hukum Tergugat II Hefzoni, S.H mewkili rekan-rekan dari kantor Advokat & konsultan Hukum MH2 & Partners dalam persidangan mengatakan.

“Alhamdulillah sesuai dengan fakta-fakta hukum yang telah kita ajukan di muka persidangan serta makanisma yang panjang majelis hakim menyatakan menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya atau “disebut
(niat onvankelijke verklaard), “kata zoni.

Lanjut Zoni mengatakan, [Bahwa] “Hakim dalam Persidangan menyelesaikan konflik ini dengan cara obyektif berdasarkan hukum yang berlaku, sehingga proses pengambilan keputusan, sesuai dengan fakta-fakta yang relevan dan kaidah hukum yang menjadi atau dijadikan landasan hukum yang berlaku, “lanjutnya.

Dia menegaskan, dalam putusannya, majelis Hakim menyebut dalam persidangan bahwa perbuatan Tergugat II bukankah Perbuatan Melawan Hukum (PMH) atau sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maka dinyatakan di Tolak, “bebernya.

Dalam hal yang sama, Muhammad Ridwan, Rekanan Partner MH2 menambahkan, sejak awal saat tim kami dari MH2 & Partners saat Pemeriksaan setempat (PS).

“kita sudah optimis menang, bukan tanpa Alasan bahwa batas-batas tanah Objek Perkara yang ada dilapangan berbeda atau tidak sesuai dengan yang ada dalam gugatan penggugat, “katanya.

Sesuai dengan gugutan penggugat, dalam Poinnya menyatakan bahwa penggugat adalah pemilik sah tanah Seluas 15000 M2.

Pasalnya, Batas-batas tanah dalam gugatan penggugat tidak sesuai dengan batas-batas yang ada di Lokasi Objek tanah sengketa milik tergugat II.
Berdasarkan hal tersebut, Dalil gugat yang dimaksud tidak jelas apakah Objek yang sama atau Objek yang lain sehingga dari gugatan penggugat tidak jelas, [Disebut] Gugatan Kabur (obscuur libel).

(Edi)

Posting Terkait