PNM Kembangkan Layanan Digital

Ilustrasi. (Ist)

JAKARTA—PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mengembangkan digitalisasi untuk memperlancar pelayanan kepada nasabah. Upaya ini diklaim sangat memberikan manfaat kepada nasabah dalam mempercepat dan mempermudah proses penyaluran pembiayaan.

Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja mengatakan, digitalisasi tersebut sejatinya telah berjalan sejak enam bulan lalu. Namun, hingga saat ini dampaknya untuk memberikan layanan kepada nasabah belum terasa signifikan.

Pasalnya, tidak mudah bagi PNM untuk mengubah atau switching perilaku nasabah dari semula serba manual ke digital.

Baca Juga:  PNM Ajak Pemprov Sinergi Berdayakan dan Bangkitkan UMKM

“Masih dalam proses pengembangan dan mengedukasi nasabah untuk switching ke digital. Kami satu-satunya lembaga keuangan non bank yang memiliki call center,” ujarnya.

Dengan adanya call center tersebut nasabah tidak lagi kesulitan memproses pembiayaan. Hal ini akan sangat membantu bagi nasabah yang membutuhkan penanganan masalah secara cepat.

Sementara itu, terkait maraknya lembaga pembiayaan online atau fintech diakuinya tak berpengaruhi dan justru berdampak positif.

Baca Juga:  PNM Ajak Pemprov Sinergi Berdayakan dan Bangkitkan UMKM

Parman menilai, dengan banyaknya fintech yang hadir justru positif, karena bisa sama-sama membantu UKM untuk mengembangkan usaha. Menurutnya, PNM juga memiliki segmentasi nasabah yang berbeda.

Parman mencontohkan, selama ini, pemain fintech menyalurkan pembiayaan bagi pelaku UKM yang terhitung besar. Nah, PNM melalui program produk Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) fokus untuk menyasar pelaku UKM yang terhitung kecil dan di pelosok daerah.

“Karena kalau kami selain memberikan pinjaman, pelaku UKM itu kami didik,” katanya, akhir pekan lalu. Dengan begitu, para pelaku UKM bisa lebih produktif untuk mengembangkan usahanya.

Baca Juga:  PNM Ajak Pemprov Sinergi Berdayakan dan Bangkitkan UMKM

PNM juga akan terus menggenjot sosialisasi kepada masyarakat di luar Jakarta. Saat ini, nasabah ULaMM telah mencapai 72.000 orang dengan total penyaluran pembiayaan per Juli 2017 sebesar Rp 4,2 triliun. Sampai akhir tahun ini, diperkirakan secara nominal program ini bisa menyentuh angka Rp 5 triliun.(*)

layanan digital PNM

Posting Terkait