Poktan Pertanyakan Bantuan Bibit Jagung

Kelompok tani yang mengadu kepada Komisi II, DPRD Lampung Utara, tentang dugaan penggelapan bantuan bibit jagung.

KOTABUMI – Ketua Kelompok Tani (Poktan) Suka Tani, Desa Cabang Abungraya, Abungselatan, Aris Sunandar mengadu ke Komisi II DPRD Lampung Utara karena tidak pernah mendapat alokasi bantuan bibit jagung dari pemerintah, Rabu (22/11). Dia curiga hal itu disebabkan permainan oknum yang memperjualbelikannya.

“Sejak beberapa tahun terakhir ini‎, kami gak pernah mendapat bantuan bibit termasuk bantuan bibit jagung jenis Bima 20 URI yang diberikan oleh Dinas Pertanian di tahun ini,” terang Aris Sunandar, didampingi rekannya Rudi Haryanto.

Menurut Aris, hampir seluruh Poktan di Desa Cabang Abung Raya mengaku jarang sekali menerima bantuan bibit dari Pemkab. Padahal, tiap tahunnya, stempel Poktan mereka dipakai untuk mengajukan bantuan bibit kepada pemerintah.

Baca Juga:  Cagub Gerindra Menangkan Prabowo

“Stempel – stempel kami selalu dipinjam kalau mau mengajukan bantuan bibit. Tapi, bantuan bibit itu gak pernah sampai kepada kami sampai hari ini,” bebernya.

Kecurigaannya semakin menjadi manakala mengetahui bahwa desanya mendapat bantuan bibit jagung untuk 123 hektar lahan pada tahun ini. Kabar itu didapatnya langsung dari Kepala Dinas Pertanian. Temuan ini sangat berbeda dengan fakta yang ada di lapangan.

‎”Banyak Poktan yang mengaku gak menerima ba‎ntuan bibit jagung itu. Padahal, Dinas Pertanian mengatakan ada bantuan bibit jagung sebanyak 1.845 Kg untuk 123 lahan di desa kami,” jelas dia.

Baca Juga:  Nurkholis Majid: Kami Hanya Membantu Petani Mendapatkan Bibit Jagung

Ditambahkan Rudi, berdasarkan temuan mereka di lapangan, selain banyak Poktan yang tak menerimanya. Sepertinya bantuan itu diperjualbelikan oleh oknum.

“Hasil temuan kami ternyata bibit – bibit itu diduga dijual di daerah Lampung Tengah. Padahal, kami sangat kesusahan mencari bibit jagung di tahun ini‎,” urainya.

Keduanya meminta Komisi II DPRD Lampura mengusut tuntas dugaan permainan yang diduga telah menggelapkan dan memperjualbelikan bibit – bibit bantuan pemerintah.

“Kami ingin wakil – wakil kami ‎di DPRD mengusut tuntas dugaan permainan licik ini supaya kami tak terus dirugikan,” pinta mereka.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Prioritaskan Pengembangan UMKM

Menyikapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Lampura, Rico Picyono‎ mengatakan, pihaknya akan segera memanggil pihak terkait guna mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik persoalan ini.

“Secepatnya akan kami lakukan pemanggilan kepada pihak terkait supaya persoalan ini menjadi terang benderang,” papar Rico.

Rico mengamini tak menutup kemungkinan adanya permainan dalam pembagian bibit – bibit jagung bantuan pemerintah ini jika menelaah aduan yang mereka terima tersebut. Persoalan ini tak boleh terus dibiarkan karena akan membuat bantuan ini tidak tepat sasaran dan terus disalahgunakan.

“Gimana mau swasembada jagung kalau bibitnya saja diperjualbelikan. Kami akan pidanakan oknum – oknum yang terlibat jika memang tuduhan ini terbukti,” tegas politis PDIP itu.‎ (ri/iv)

 

Abungraya Abungselatan Jagung Lampung Poktan

Posting Terkait