Pola Tanam Petani Belum Tertata

Ilustrasi. (Ist)

JAKARTA—Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko menyoroti pola pertanian di Indonesia yang belum tertata. Kondisi ini membuat harga dan pasokan pangan menjadi tak menentu sehingga merugikan para petani.

Dia mencontohkan, harga hasil bumi yang seringkali tidak stabil. Misalnya, harga cabai yang sewaktu-waktu meroket dan terkadang merosot tajam. Menurutnya, fenomena itu tak lepas dari sifat masyarakat yang mudah latah.

Baca Juga:  Menteri Rini Ingatkan Petani Manfaatkan KUR

“Kecenderungan petani di Indonesia itu begitu, musim cabai mahal semua tanam cabai. Begitu panen bareng, harga jatuh lagi. Kemudian enggak mau menanam cabai lagi,” ujar Moeldoko, Senin (15/10).

Dia juga mengaku pihaknya akan memetakan daerah-daerah yang memiliki tanah yang cocok ditanami cabai, seberapa luas lahan, dan besaran kapasitas produksinya. Pemetaan juga akan berlaku untuk hasil bumi lainnya.

Baca Juga:  Pemerintah Harus Perjuangkan Keadilan Bagi Petani

“Jadi, nanti kita bisa melihat. Karena Gusti Allah ini udah mengatur, di mana lahan bisa tanam cabai, bawang, padi, dan lain-lain. Tidak semua tempat bisa,” kata dia.

Kebiasaan yang salah ini pula yang membuat ketahanan pangan tidak stabil. Harga pangan akan melambung tinggi ketika kesediaan produk sedikit. Bahkan memaksa kita untuk mengimpor barang tersebut. Begitu juga sebaliknya.

Baca Juga:  Petani Tubaba Gelar Gropyokan Tikus

“Itulah kesalahan kita, tidak bisa mengelola klasterisasi produk-produk tadi hingga sesuai dengan kebutuhan. Ini latah masyarakat Indonesia. Perilaku-perilaku itu akan kita benahi,” ucapnya.(*)

Petani

Posting Terkait