Polda Lampung Kembali Tolak Laporan Walhi Soal Dugaan Aktivitas Ilegal Perusahaan Keluarga Eks Menhan

Polda Lampung Kembali Tolak Laporan Walhi Soal Dugaan Aktivitas Ilegal Perusahaan Keluarga Eks Menhan

Pertemuan antara Walhi dan Polda Lampung yang membahas tentang laporan dugaan aktivitas ilegal PT Tri Patria Bahuga. Foto: Dokumentasi Walhi Lampung.

Fajar Sumatera – Wahana Lingkungan Hidup [Walhi] Lampung kembali melakukan pelaporan ke pihak kepolisian soal dugaan pidana yang diduga dilakukan oleh PT Tri Patria Bahuga di Desa Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. PT Tri Patria Bahuga ini diduga perusahaan milik keluarga eks Menhan Ryamizard Ryacudu.

“Ya kita coba untuk melaporkan secara langsung terkait dengan dugaan tindak pidana pengrusakan pohon mangrove dan aktivitas tanpa memiliki izin lingkungan dan perizinan lainnya oleh PT Tri Patria Bahuga di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan,” ungkap Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri usai melakukan pelaporan di Polda Lampung, Jumat sore, 16 Oktober 2020.

Irfan Tri Musri mengatakan laporan yang sebelumnya dilayangkan Walhi ke Polda Lampung telah ditolak. Ia pun menguraikan kronologi singkat bagaimana laporan tersebut tidak diterima.

“Hari Selasa kemarin, 13 Oktober 2020 sebetulnya kita sudah mencoba untuk melaporkan hal ini, namun laporan itu ditolak oleh petugas piket Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung. Dan hari ini kita mencoba melaporkan kembali,” tutur dia.

Irfan Tri Musri kemudian memberikan penjelasan soal apa yang menjadi dasar pihak kepolisian tidak menerima pelaporan kedua dari Walhi Lampung. Penjelasan itu menurut Irfan, datang dari Kepala Subdit IV Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung AKBP Rizal Muchtar.

“Tadi juga sudah bertemu dengan Kasubdit IV Tipiter di SPKT. Dan terkait dengan upaya pelaporan kita hari ini pada prinsipnya pihak kepolisian sedang menghormati proses hukum yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung karena sebelumnya Pemerintah Provinsi Lampung sudah mengeluarkan surat keputusan terkait dengan penghentian sementara aktivitas perusahaan tersebut,” ungkapnya.

Pantauan Fajar Sumatera di Polda Lampung, Irfan Tri Musri memang sempat berada di dalam ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu [SPKT]. Sekira pukul 15.30 WIB, Irfan Tri Musri terlibat dialog dengan petugas SPKT sambil mengatakan, ”mudah-mudahan penjelasan kami dapat menjawab pertanyaan rekan-rekan”.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Lampung Selatan Polda Lampung PT Dataran Bahuga Permai PT Tri Patria Bahuga Ryamizard Ryacudu Walhi Lampung

Posting Terkait