Polda Lampung Usut Dugaan Transaksi Senpi Ilegal

Foto: Tommy

BANDARLAMPUNG – Ditetapkannya tiga anggota Kepolisian Daerah Lampung menjadi tersangka atas kasus peluru nyasar yang mengakibatkan seorang mahasiswa Universitas Bandarlampung tertembak di bagian punggung kanannya pada sabtu lalu rupanya didalami oleh Direktorat Kriminal Umum Polda Lampung.

Penyidikan dilakukan guna mengungkap lebih lanjut soal  dugaan adanya transaksi jual beli senjata api ilegal yang dimiliki oleh Aipda D.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung sedang mendalami secara intensif terkait adanya dugaan transaksi jual beli senjata atas kasus peluru nyasar yang mengakibatkan seorang mahasiswa Universitas Bandarlampung tertembak di bagian punggung kanannya pada Sabtu lalu.

Senjata api bermagasin itu kini telah diamankan Polda Lampung bersama barang bukti lainnya yakni satu unit kendaraan roda empat Toyota Agya warna merah bernomor polisi BE 1920 MA dan satu selongsong peluru.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, hasil pemeriksaan terhadap ketiganya yang kini telah ditahan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Lampung bahwa senjata tersebut milik Aipda D yang diserahkan ke Bripka D untuk diperbaiki melalui Brigadir JP.

“Terkait adanya dugaan transaksi jual beli senjata api, belum bisa kita pastikan karena masih menunggu hasil penyidikan direktorat reserse kriminal umum Polda Lampung,” kata Zahwani, Senin (12/8).

Dalam kasus ini, Kepolisian Daerah Lampung telah bertanggung jawab dan menanggung segala biaya pengobatan dan penyembuhan bagi korban peluru nyasar yakni Rahmad Heriyanto yang kini tengah dirawat di Rumah Sakit Urip Sumaharjo Bandarlampung.(TS)

Posting Terkait