Polisi Imbau Warga Waspadai Paket Umrah Harga Murah

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (Foto:Istimewa)

Jakarta – Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengimbau masyarakat untuk selektif dalam memilih agen perjalanan ibadah agar tak menjadi korban penipuan. Berkaca dari kasus PT First Travel dan PT SBL, Setyo menyampaikan agen perjalanan ibadah umrah dan haji yang memasang tarif rendah perlu dicurigai.

“Kami dari kepolisian sekali lagi mengimbau masyarakat yang akan umrah untuk perhatikan berapa harga yang ditawarkan, berapa minimal harganya, kemudian fasiltas-fasilitas apa yang akan diberikan. Itu penting untuk kita semuanya supaya tidak terjadi kasus First Travel, SBL. Tidak berulang-ulang lagi,” imbau Setyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan seperti dilansir detik.com, Jumat (2/2/2018).

Baca Juga:  Berburu Paket Umroh dengan Aplikasi Android

Setyo mengatakan agen yang memasang tarif rendah perlu dicurigai karena biaya terbang ke Arab Saudi saja tak murah, belum lagi biaya yang dibutuhkan selama berkegiatan di sana.

“Kepolisian mengingatkan kepada slurih masyarakat apabila ada tawaran yang kira-kira tidak masuk akal ongkosnya, sebaiknya tidak mengikuti. Karena kita tahu bahwa tiket pesawat saja ke Saudi Arabia sudah cukup mahal, kemudian biaya hidup di sana,” jelas Setyo.

“Kalau masyarakat ditawari (biaya perjalanan ibadah) di bawah harga, itu pasti akan pertanyaan. Pasti dia akan ada masalah, apa nanti saat berada di sana atau mungkin fasilitas nggak sesuai janji,” sambung dia.

Baca Juga:  Berburu Paket Umroh dengan Aplikasi Android

Setyo mengungkapkan Polri akan memberi masukan kepada Kementerian Agama setelah memproses hukum agen-agen perjalanan ibadah yang nakal ini.

“Tentunya langkah selanjutnya penyidikan, nanti kita akan dapatkan modus operandinya sehingga kita bisa memberi masukan ke kementerian terkait atau lembaga terkait yang mengurus umrah dan haji ini,” ucap Setyo.

Pertengahan 2017, masyarakat digegerkan dengan kasus PT First Travel yang menggelapkan dana belasan jemaah umrah. Di kasus ini polisi telah menetapkan tiga tersangka yakni pasangan bos First Travel Andhika Surachman dan Anniesa Hasibuan, serta adik mereka Kiki Hasibuan. Dana jemaah diketahui digunakan ketiganya untuk hidup mewah.

Baca Juga:  Berburu Paket Umroh dengan Aplikasi Android

Selanjutnya kasus Hannien Tour dengan modus serupa. Dua pimpinan Hannien Tour yaitu FR (45) selaku direktur dan AV (50) yang merupakan bendaharanya. Mereka ditangkap di Cibinong, Jumat (22/12/2017).

Yang terakhir, kasus PT SBL. Polisi sudah menetapkan dua tersangka yaitu pemilik agen travel H AJW dan seorang staf ER. Keduanya dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. (net/hp)

Harga Murah Paket Umrah Waspadai

Posting Terkait